Atlet Woodball Papua Gagal di Babak Perempat Final Kejurnas 2026
Jayapura, Jubi – Tim atlet putri Woodball Papua harus mengakhiri perjuangannya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 setelah terhenti di babak perempat final. Kompetisi Kejurnas Woodball berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta pada tanggal 6-10 Juli 2026.
Kejurnas ini merupakan seleksi atlet terbaik Indonesia untuk menuju ke World Cup Woodball 2026 di Perlis, Malaysia. Tim Woodball Papua hanya mengirimkan dua atlet putri untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Kekalahan di Babak Perempat Final
Ketua Woodball Provinsi Papua, Daniel Womsiwor, menyatakan bahwa atlet Woodball Papua harus berhenti di babak perempat final setelah gagal bersaing dengan ganda putri Lampung. Meskipun berjuang dengan penuh semangat, atlet-atlet Papua belum mampu meraih hasil maksimal dalam Kejurnas ini.
Dominasi provinsi-provinsi dari Pulau Jawa, seperti Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung dalam kompetisi Woodball Indonesia menjadi salah satu faktor yang menjadi tantangan bagi tim Woodball Papua. Meskipun demikian, kehadiran Papua dalam Kejurnas tetap diapresiasi meski dengan jumlah atlet yang terbatas.
Tantangan Finansial
Womsiwor juga menyoroti masalah finansial yang dihadapi oleh tim Woodball Papua. Keterbatasan biaya menjadi hambatan bagi tim untuk meraih prestasi yang diharapkan. Meskipun biaya mandiri hanya cukup untuk tiket dan akomodasi, kebutuhan lainnya harus disesuaikan agar tim dapat tetap berpartisipasi dalam ajang Kejurnas.
Kejuaraan Nasional Woodball 2026 yang diselenggarakan di Jakarta mencatat sejarah sebagai ajang Kejurnas Woodball dengan jumlah peserta terbanyak. Total 223 atlet dari 16 provinsi turut bersaing dalam 14 nomor kategori prestasi yang dipertandingkan.
Provinsi Jawa Timur keluar sebagai Juara Umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026 setelah berhasil mengumpulkan 10 medali emas, 8 perak, dan 5 perunggu.
Woodball, olahraga presisi yang berasal dari Taiwan, telah dikenalkan di Papua sejak PON 2021 oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Cenderawasih (Uncen). Woodball mirip dengan golf, namun menggunakan bola, tongkat pemukul, dan gawang target yang terbuat dari kayu, dengan tujuan memasukkan bola ke dalam gawang dalam jumlah pukulan sesedikit mungkin.

