Jakarta (ANTARA) – Warna rambut telah menjadi bagian penting dari gaya hidup banyak orang, baik untuk mengubah penampilan ataupun mengikuti tren terkini. Namun, muncul pertanyaan seputar keamanan penggunaan pewarna rambut dan potensi risiko kesehatan, terutama terkait dengan risiko kanker.
Penelitian Terkait Pewarna Rambut dan Kanker
Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pewarna rambut dan risiko kanker. Hasilnya, untuk saat ini, belum ada bukti yang kuat yang menyatakan bahwa penggunaan pewarna rambut secara pribadi secara langsung menyebabkan kanker. Namun, beberapa penelitian menunjukkan adanya kemungkinan peningkatan risiko kanker tertentu pada kelompok pengguna dan produk yang spesifik.
Pandangan dari National Cancer Institute dan IARC
Berdasarkan kajian dari Badan Kanker Nasional (NCI), hasil penelitian tentang hubungan antara pewarna rambut dan kanker masih belum konsisten. Sebagian besar studi tidak menemukan peningkatan risiko kanker pada pengguna pewarna rambut untuk keperluan pribadi. Sementara itu, International Agency for Research on Cancer (IARC) menyatakan bahwa penggunaan pewarna rambut secara pribadi belum dapat diklasifikasikan sebagai penyebab kanker pada manusia karena kurangnya bukti ilmiah yang memadai.
Mengurangi Risiko dan Penggunaan Aman Pewarna Rambut
Untuk mengurangi risiko terkait penggunaan pewarna rambut, beberapa langkah dapat diterapkan. Hal ini meliputi penggunaan sarung tangan saat mengaplikasikan pewarna, mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan produk, dan melakukan uji alergi sebelum penggunaan produk baru. Bagi penata rambut profesional, penggunaan alat pelindung diri juga dianjurkan.
Secara keseluruhan, meskipun belum ada bukti meyakinkan bahwa pewarna rambut secara langsung meningkatkan risiko kanker, langkah-langkah keselamatan tetap perlu diterapkan. Risiko lebih tinggi ditemukan pada pekerja salon atau profesi lain yang terpapar bahan pewarna rambut secara rutin dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan produk sesuai petunjuk dan penerapan langkah-langkah keselamatan tetap dianjurkan untuk meminimalkan risiko.

