Friday, July 17, 2026
HomeHEADLINEWanita Diperdagangkan dan Anak Diajar Menembak di Papua Nugini: Realitas Mengerikan

Wanita Diperdagangkan dan Anak Diajar Menembak di Papua Nugini: Realitas Mengerikan

Seorang anak laki-laki berbaju biru duduk di tanah, di sebelah saya saat saya mewawancarai Smith Thomas, mantan panglima perang suku di pegunungan terpencil Papua Nugini. Awalnya saya nyaris tak menyadari kehadiran anak itu, hingga Thomas menunjuk ke arahnya. Percakapan kami membahas perubahan perang antarsuku di wilayah dataran tinggi, konflik yang semakin mematikan seiring mudahnya akses terhadap senjata api ilegal berdaya tinggi. Thomas memperlihatkan kepada kami sejumlah senapan serbu kelas militer yang dimiliki para pejuang sukunya, senjata yang di pasar gelap bernilai ribuan dolar. Kemudian, dia mengatakan kepada saya bahwa anak berusia delapan tahun sedang dilatih untuk menggunakan senjata ini. Penelitian baru yang disponsori oleh PBB telah menunjukkan bahwa senjata ilegal banyak diperdagangkan oleh tentara, polisi, politisi, maupun elit yang kuat di Papua Nugini.
Di Provinsi Enga, konflik suku sangat berakar pada budaya Engan dan telah terjadi selama berabad-abad. Namun, baru-baru ini, pertempuran telah semakin serius karena penggunaan senjata bertenaga tinggi, menyebabkan pertumpahan darah yang menghancurkan. Pembayaran senjata ilegal dengan uang tunai, obat-obatan, serta komodifikasi perempuan dan anak perempuan juga telah terjadi. Penggunaan tentara bayaran dalam konflik suku menjadi tren baru di Papua Nugini. Menteri Kepolisian Papua Nugini bersumpah untuk menindak senjata ilegal, dengan mengumumkan amnesti senjata nasional.
Di Desa Aiyall, kami bertemu dengan berbagai pihak yang terlibat dalam konflik suku, termasuk Smith Thomas yang berharap perdamaian dapat dipulihkan di wilayahnya. Dengan akses langka untuk berbicara dengan para “panglima perang”, kami mendapatkan wawasan mendalam tentang situasi yang mengkhawatirkan ini. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait untuk menangani aliran senjata ilegal serta mengembalikan perdamaian ke Papua Nugini. Semoga langkah-langkah ini dapat membawa perubahan positif dan memulihkan wilayah yang telah terpukul oleh konflik suku yang berkepanjangan.

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer