Saturday, August 15, 2026
HomeHEADLINEVanuatu Memimpin Kesetaraan Gender di Sektor Maritim Pasifik

Vanuatu Memimpin Kesetaraan Gender di Sektor Maritim Pasifik

Vanuatu Dorong Perempuan Lebih Berperan di Sektor Maritim Pasifik

Vanuatu kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak kesetaraan gender di sektor maritim Pasifik. Melalui konsultasi nasional yang menjadi bagian dari proses validasi regional, negara kepulauan ini ikut menyusun arah baru Strategi Regional Revisi bagi Perempuan Pasifik di Sektor Maritim 2025–2030. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga ajang menghimpun masukan langsung dari para pelaku yang selama ini berada di garis depan sektor maritim.

Masukan dari Tiga Negara Pasifik

Konsultasi itu melibatkan Vanuatu, Kiribati, dan Samoa untuk memastikan strategi yang direvisi benar-benar mencerminkan kebutuhan kawasan. Sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang hadir, termasuk perwakilan dari Kementerian Perikanan, Kelautan, dan Urusan Maritim, serta pejabat dari departemen lintas sektoral seperti DEPC. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa isu kesetaraan gender di sektor maritim tidak lagi dipandang sebagai agenda sampingan, melainkan bagian penting dari pembangunan kawasan.

Seloni Toakuru dari Asosiasi Perempuan Pasifik di Sektor Maritim menegaskan bahwa keterlibatan perempuan harus ditempatkan di pusat kebijakan, mengingat sektor maritim adalah urat nadi bagi banyak negara Pasifik. Menurutnya, tanpa partisipasi perempuan yang kuat, pengembangan sektor ini akan kehilangan sebagian besar potensinya.

Strategi Baru untuk Sektor yang Lebih Inklusif

Strategi Regional Revisi ini lahir sebagai respons atas seruan para menteri Pasifik untuk memperkuat kesetaraan gender dalam transportasi maritim dan industri terkait. Pacific Women in Maritime Association atau PacWIMA memprakarsai penyusunannya dengan dukungan teknis dari SPC. Arah besarnya jelas: menciptakan sektor maritim yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan hingga 2030.

Dalam visi tersebut, perempuan diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga memegang peran penuh dalam proses pengambilan keputusan. Ini menjadi poin penting karena selama ini keterwakilan perempuan di sektor maritim kerap belum seimbang, meski kontribusi mereka terus berkembang di berbagai lini kerja.

Komitmen Vanuatu Menjadi Sinyal Politik Penting

Direktur Jenderal MFOMA dan Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Vanuatu menyatakan dukungan penuh terhadap strategi tersebut. Keduanya juga berharap isu-isu yang dibahas dapat diintegrasikan ke dalam rencana kerja kementerian, sehingga tidak berhenti pada dokumen kebijakan semata. Sikap ini memperlihatkan bahwa Vanuatu ingin membawa agenda kesetaraan gender ke level implementasi.

Draf strategi yang telah direvisi dijadwalkan untuk disetujui pada Pertemuan Perempuan Pasifik di Bidang Maritim di Kepulauan Cook. Setelah itu, dokumen tersebut akan diajukan untuk pengesahan pada Pertemuan Transportasi Maritim Regional Pasifik berikutnya, yang akan menjadi tahap penting sebelum strategi itu dijalankan secara lebih luas di kawasan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Berita Populer