Upaya Meningkatkan Produksi Ilmu Pengetahuan dengan Buku Metode Pengembangan Antropologi
Di tengah kebutuhan Papua akan lebih banyak kajian yang lahir dari pengalaman lokal, seorang antropolog Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, Ibrahim Peyon, S.Sos., M.Si., Ph.D, menghadirkan buku Metode Pengembangan Teori Antropologi sebagai langkah untuk mendorong lahirnya teori-teori baru. Karya ini tidak hanya ditujukan bagi kalangan antropologi, tetapi juga diposisikan sebagai rujukan yang relevan untuk ilmu-ilmu sosial dan bidang terkait lainnya.
Menutup Celah antara Metodologi dan Teori
Peyon melihat masih ada kekosongan dalam sejumlah buku ilmiah, terutama pada bagian yang menghubungkan metodologi dengan teori. Celah itulah yang coba ia isi melalui buku terbarunya. Menurutnya, penguatan hubungan antara cara kerja penelitian dan pembangunan teori penting agar ilmu pengetahuan tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi juga berkembang menjadi gagasan baru yang bisa diuji dan digunakan lebih luas.
Buku ini disusun dalam beberapa bab, termasuk pembahasan mengenai konsep ilmu pengetahuan dalam masyarakat adat. Bagian tersebut menjadi penting karena pengalaman dan pengetahuan lokal kerap menjadi sumber yang kaya untuk menyusun kerangka berpikir baru dalam penelitian sosial maupun antropologi.
Dorongan untuk Mahasiswa S2 dan S3
Ibrahim berharap buku tersebut bisa membantu mahasiswa magister dan doktoral dalam menyusun disertasi, memperkuat kerangka penelitian, sekaligus mendorong mereka berani melahirkan teori-teori baru. Dengan pendekatan itu, buku ini tidak hanya menjadi bacaan akademik, tetapi juga alat bantu yang bisa dipakai dalam proses penelitian yang lebih serius dan terarah.
Ia menempatkan karya ini sebagai bagian dari upaya memperluas produksi ilmu pengetahuan dari Papua, bukan sekadar mengulang teori yang sudah mapan dari luar. Dalam pandangannya, riset yang kuat harus memberi ruang bagi pengalaman masyarakat adat dan realitas sosial setempat sebagai dasar pengembangan ilmu.
Harapan FISIP Uncen untuk Pembangunan Papua
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Uncen, Dr. Marlina Flassy, S.Sos., M.Hum., Ph.D, yang juga memimpin jurusan antropologi, menegaskan pentingnya hasil riset dosen-dosen Uncen untuk memberi kontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Papua. Ia mendorong agar penelitian di jurusan antropologi semakin fokus pada isu-isu sosial dan budaya yang memang hidup di tengah masyarakat Papua.
Marlina juga menekankan bahwa hasil kajian akademik seharusnya tidak berhenti di ruang kelas atau perpustakaan. Ia berharap temuan-temuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kebijakan pembangunan oleh pemerintah daerah. Karena itu, ia menilai kolaborasi antara praktisi, akademisi, dan pengambil kebijakan menjadi kunci agar kajian antropologi benar-benar memberi manfaat nyata bagi Papua.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

