Jakarta – Komisi Eropa telah mengambil langkah tegas dengan menyetujui dua keputusan yang mengikat hukum terkait Google. Keputusan tersebut memerintahkan Google untuk memperluas interoperabilitas bagi asisten kecerdasan buatan (AI) pesaing di perangkat Android dan berbagi data Google Search dengan penyedia layanan pencarian pihak ketiga yang memenuhi syarat berdasarkan Undang-Undang Pasar Digital.
Langkah Komisi Eropa
Komisi Eropa dalam pernyataannya menyatakan bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk menjamin persaingan yang lebih sehat dengan memberikan akses kepada layanan AI pesaing ke fitur-fitur kunci Android yang awalnya hanya tersedia untuk asisten AI milik Google sendiri, Gemini. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses ke data pencarian bagi mesin pencari alternatif dan layanan pencarian berbasis AI.
Berdasarkan keputusan pertama, Google diwajibkan untuk memungkinkan asisten AI pihak ketiga untuk mengakses fitur sistem Android yang memungkinkan pengguna untuk mengaktifkannya melalui perintah suara serta melakukan berbagai tugas di berbagai aplikasi, sebagaimana fitur yang dimiliki asisten AI milik Google sendiri. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memilih asisten AI alternatif dalam melakukan berbagai tindakan sehari-hari seperti memesan taksi, memberikan saran balasan di aplikasi perpesanan, atau menjawab pertanyaan berdasarkan lokasi terbaru.
Pembagian Data Pencarian
Sementara itu, keputusan kedua menetapkan aturan bagi Google terkait kewajiban untuk membagikan data Google Search yang telah diubah menjadi data anonim dengan penyedia layanan pencarian pihak ketiga yang memenuhi syarat. Hal ini termasuk chatbot AI yang menawarkan fungsi pencarian, sehingga memperluas akses bagi layanan pencarian yang beragam.
Dengan langkah-langkah ini, Komisi Eropa berharap dapat menciptakan lingkungan persaingan yang lebih sehat dan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi para pesaing Google dalam hal layanan AI dan pencarian di platform Android.

