Friday, July 17, 2026
HomeTEKNOLOGIUji Coba Pertempuran Udara Jarak Jauh: Dukungan AI F-16

Uji Coba Pertempuran Udara Jarak Jauh: Dukungan AI F-16

AS Mengadakan Uji Coba Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI

Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan (DARPA) dari Departemen Pertahanan AS saat ini sedang mendorong integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam skenario pertempuran udara modern melalui program AIR-nya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan otonomi taktis dalam pertempuran udara di luar jangkauan visual (BVR) dengan fokus utama pada penggunaan algoritma AI untuk mengelola situasi perang secara menyeluruh.

Program AIR: Sebuah Langkah Maju dalam Pertempuran Udara Modern

DARPA ingin melampaui upaya sebelumnya yang hanya mengendalikan pesawat terbang dengan AI. Mereka ingin memastikan bahwa algoritma yang digunakan dapat memahami kondisi medan perang secara komprehensif, memproses data sensor, berkoordinasi dengan platform lain, dan menanggapi seketika dalam situasi pertempuran yang dinamis.

Program AIR sendiri merupakan kelanjutan dari proyek Air Combat Evolution (ACE) yang sebelumnya juga menggunakan AI untuk mengendalikan pesawat dalam pertempuran udara jarak dekat. Dengan demikian, transisi dari simulasi ke dunia nyata merupakan tantangan teknologi yang signifikan.

Menantang Kecerdasan Buatan dengan Skenario Bertambah Kompleks

ACE telah membuktikan kemampuan AI dalam melakukan manuver akrobatik dan melacak target dengan sukses. Namun, melalui program AIR, DARPA berupaya untuk menghadirkan tantangan yang lebih kompleks seperti pengelolaan radar, pengolahan data, dan perhitungan lintasan rudal dalam situasi di mana target belum terdeteksi.

Dengan tujuan ini, DARPA berharap untuk mendorong perkembangan AI dalam dunia pertahanan dan menghadirkan teknologi yang dapat meningkatkan kinerja pesawat tempur dalam pertempuran udara jarak jauh di masa depan.

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer