Saturday, July 18, 2026
HomeHEADLINETitus Pekei: Khaled El-Enany Pimpin UNESCO

Titus Pekei: Khaled El-Enany Pimpin UNESCO

Titus Pekei Sambut Khaled El-Enany sebagai Nahkoda Baru UNESCO

Terpilihnya Dr. Khaled El-Enany sebagai Direktur Jenderal UNESCO periode 2025-2029 disambut hangat oleh Titus Pekei, SH, M.Si. Bagi sosok yang sejak lama memperjuangkan pengakuan Noken Papua sebagai warisan budaya takbenda dunia itu, hasil pemilihan di Paris bukan sekadar pergantian pimpinan, melainkan juga harapan baru bagi arah kebijakan UNESCO ke depan.

Keputusan tersebut diresmikan dalam sidang ke-222 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, pada Senin, 6 Oktober 2025. Dalam sidang itu, El-Enany meraih suara mutlak untuk menggantikan Audrey Azoulay dari Prancis. Dukungan penuh tersebut dinilai memberi sinyal kuat bahwa UNESCO menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru yang akan mengawal pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan pada periode mendatang.

Harapan Baru untuk Warisan Budaya Dunia

Titus Pekei menilai kemenangan El-Enany membawa optimisme, terutama bagi komunitas yang selama ini bergerak dalam pelestarian budaya dan identitas masyarakat adat. Ia menyebut kehadiran pemimpin baru UNESCO sebagai peluang untuk memperkuat perhatian terhadap warisan budaya takbenda, termasuk peran komunitas adat yang selama ini kerap berada di garis depan pelestarian tradisi.

Bersama komunitas Noken Papua, Pekei menyatakan siap mendukung dan bekerja sama dengan El-Enany dalam mewujudkan visi besar UNESCO. Harapan itu tidak hanya tertuju pada pelestarian budaya, tetapi juga pada penguatan posisi masyarakat adat di berbagai belahan dunia agar lebih mendapat ruang dalam agenda kebudayaan internasional.

Rekam Jejak Akademisi dan Arkeolog Mesir

Keyakinan Pekei terhadap El-Enany juga bertumpu pada latar belakang akademiknya. Lahir di Mesir pada 1971, El-Enany dikenal sebagai akademisi dan arkeolog yang memiliki rekam jejak kuat di bidang sejarah dan kebudayaan. Sebelum terpilih memimpin UNESCO, ia pernah menjabat sebagai menteri serta direktur Museum Nasional Peradaban Mesir.

Pengalaman itu dianggap menjadi modal penting untuk memimpin lembaga sebesar UNESCO, yang mengemban mandat global di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Menurut Pekei, kombinasi antara kapasitas akademik dan pengalaman birokrasi membuat El-Enany dipandang mampu membawa UNESCO tetap relevan menghadapi tantangan zaman.

Dukungan dari Komunitas Noken Papua

Di tengah pergantian kepemimpinan ini, komunitas Noken Papua ikut menyampaikan doa dan harapan agar El-Enany diberi kekuatan, kebijaksanaan, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas barunya. Bagi mereka, kepemimpinan UNESCO bukan hanya soal administrasi lembaga internasional, tetapi juga soal keberpihakan pada pelestarian warisan budaya dunia yang hidup di tengah masyarakat.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Berita Populer