MAF PNG dan Pemerintah Australia Perkuat Kemitraan untuk Melayani Komunitas Terpencil
Pemerintah Australia bersama Mission Aviation Fellowship (MAF) PNG meluncurkan kemitraan baru guna menyediakan layanan penting bagi komunitas terpencil di Papua Nugini. Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan penerbangan yang menjadi satu-satunya sarana vital bagi banyak komunitas terpencil.
Komitmen Australia untuk Akses Layanan Penting
Peluncuran kemitraan ini disambut baik oleh Komisaris Tinggi Australia, Ewen McDonald, yang menegaskan komitmen Australia dalam memastikan semua warga Papua Nugini dapat mengakses layanan penting, terlepas dari lokasi tempat tinggal mereka. McDonald menyatakan bahwa pesawat MAF merupakan penentu antara hidup dan mati bagi banyak orang di komunitas terpencil, terutama dalam hal akses kesehatan dan distribusi bantuan.
Gereja-gereja juga diakui sebagai penyedia layanan penting di Papua Nugini, terutama dalam sektor kesehatan, pendidikan, dan pelayanan masyarakat. Kolaborasi antara Australia dan MAF merupakan upaya bersama untuk memastikan aksesibilitas layanan penting bagi seluruh masyarakat Papua Nugini.
Dukungan Australia untuk Kelangsungan Layanan MAF
Dom Sant, Direktur Negara MAF PNG, menyambut baik dukungan Australia yang diharapkan dapat membantu MAF melanjutkan misi vitalnya selama 75 tahun. Pesawat MAF telah menjadi tulang punggung dalam menyediakan akses transportasi udara bagi komunitas terpencil di Papua Nugini, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui darat.
Operasi MAF di Papua Nugini sejak tahun 1951 telah memberikan bantuan dan harapan bagi ratusan desa di pedalaman yang membutuhkan akses yang layak dan aman ke dunia luar. Topografi dan infrastruktur yang challenging di Papua Nugini menegaskan pentingnya peran MAF dalam menghubungkan komunitas terpencil dengan sumber daya dan layanan vital.
Demikianlah kemitraan antara MAF dan pemerintah Australia menjadi langkah positif dalam memastikan kelangsungan layanan penting bagi masyarakat terpencil di Papua Nugini.

