Tiongkok Menargetkan Negara-negara Demokrasi Pasifik: Peringatan Terbaru
Peringatan soal upaya Tiongkok memperluas pengaruh di Pasifik kembali menguat di Amerika Serikat, terutama ketika Washington kian mempererat hubungan dengan negara-negara Mikronesia. Di tengah perhatian yang meningkat itu, muncul kekhawatiran bahwa persaingan di kawasan tidak lagi sebatas diplomasi, tetapi juga menyentuh aspek politik, ekonomi, dan keamanan.
Kekhawatiran atas pengaruh yang terus merembet
Analis keamanan Pasifik, Robert Underwood, menilai pendekatan Amerika Serikat di negara-negara COFA masih belum cukup kuat dari sisi ekonomi. Menurutnya, yang terlihat selama ini lebih banyak berupa bantuan antar pemerintah, sementara investasi ekonomi yang lebih terarah dan konsisten belum benar-benar terbentuk. Kondisi itu membuka ruang bagi pengaruh Tiongkok untuk terus masuk ke negara-negara kepulauan kecil.
Di sisi lain, Eduard Camacho menekankan bahwa persoalannya bukan semata-mata Tiongkok sebagai negara, melainkan cara Partai Komunis Tiongkok menjalankan strategi pengaruhnya di kawasan. Ia menyoroti bagaimana pendekatan tersebut dapat menekan ruang demokrasi dan mengganggu keseimbangan strategis di Pasifik.
COFA jadi titik penting strategi Washington
Perjanjian Compact of Free Association atau COFA tetap menjadi tulang punggung hubungan Amerika Serikat dengan kawasan itu. Melalui skema tersebut, Washington memperoleh akses militer strategis di Pasifik sekaligus memberikan dukungan ekonomi dan pertahanan kepada negara-negara mitranya.
Negara-negara seperti Palau, Republik Kepulauan Marshall, dan Negara Federasi Mikronesia menjadi bagian penting dari kerja sama itu. Bagi Washington, COFA bukan sekadar kesepakatan diplomatik, tetapi juga instrumen untuk menjaga posisi strategisnya di tengah meningkatnya persaingan pengaruh.
Dukungan yang diperbarui pada 2024
Undang-Undang Amandemen Perjanjian Asosiasi Bebas pada 2024 kembali menegaskan komitmen Amerika Serikat terhadap stabilitas ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur penting di negara-negara tersebut. Langkah ini menunjukkan bahwa COFA masih dipandang sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan kawasan sekaligus memperkuat layanan dasar bagi masyarakat Pasifik.
Di tengah tekanan geopolitik yang makin terasa, perdebatan soal masa depan Pasifik kini tidak hanya berkisar pada keamanan, tetapi juga pada siapa yang mampu menawarkan dukungan ekonomi paling nyata dan berkelanjutan bagi negara-negara demokrasi di wilayah itu.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

