Saturday, July 18, 2026
HomeHEADLINETindakan TPNPB Terhadap Anggota BIN di Yahukimo: Analisis Mendalam

Tindakan TPNPB Terhadap Anggota BIN di Yahukimo: Analisis Mendalam

Tensi di Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali memanas setelah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo mengklaim telah menembak mati seorang pria yang mereka duga sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Peristiwa ini menambah panjang daftar ketegangan di wilayah yang selama ini kerap menjadi titik rawan antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata.

Klaim TPNPB soal identitas korban

Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut penembakan itu terjadi setelah Markas Pusat Komnas TPNPB menerima laporan resmi dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, beserta pasukannya. Dalam laporan tersebut, TPNPB menyatakan telah melakukan tindakan penembakan terhadap sosok yang mereka yakini sebagai agen intelijen militer Indonesia yang masuk ke wilayah konflik dengan menyamar sebagai warga sipil.

Menurut Sebby, kelompoknya mengaku sudah lebih dulu memantau pergerakan orang tersebut sebelum aksi penembakan dilakukan. Ia menegaskan bahwa pihaknya menilai keberadaan korban bukan sekadar orang biasa, melainkan bagian dari operasi intelijen yang mereka curigai menyusup ke wilayah Yahukimo.

Imbauan agar warga sipil tidak ikut terdampak

Di sisi lain, TPNPB juga menyampaikan kekhawatiran atas dampak balasan dari aparat setelah kejadian itu. Sebby mengatakan bahwa setelah penembakan berlangsung, aparat disebut melepaskan tembakan secara liar ke arah warga dan permukiman di sekitar lokasi. Meski begitu, klaim tersebut tidak dijelaskan lebih jauh dalam pernyataan yang disampaikan.

Mayor Kopitua Heluka turut meminta aparat militer Indonesia tidak melakukan tindakan balasan terhadap warga sipil setempat. Ia menegaskan, jika ada upaya penangkapan terhadap kelompoknya, maka langkah itu seharusnya diarahkan langsung ke Markas TPNPB, bukan kepada masyarakat yang tidak terlibat.

Wilayah konflik dan kewaspadaan TPNPB

TPNPB juga mengimbau warga sipil agar tidak memasuki wilayah konflik demi keselamatan mereka. Dalam pernyataannya, kelompok ini menyebut memiliki jaringan intelijen yang tersebar luas sehingga informasi terkait dugaan penyusupan militer dapat lebih cepat diketahui. Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana konflik di Yahukimo tidak hanya berkutat pada serangan bersenjata, tetapi juga pada perang informasi dan pengawasan yang kian intens.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Berita Populer