Tiga Warga Sipil di Maybrat Dilaporkan Ditembak TNI AL: Kontroversi di Papua Barat Daya
Tiga warga sipil di Muara Aifam, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya dilaporkan telah menjadi korban penembakan pada Kamis petang (13/8/2026). Pelaku diduga adalah personel TNI Angkatan Laut (AL) yang bertugas di Pos Sory.
Kejadian Mengerikan di Muara Aifam
Menurut laporan LBH Kaki Abu, ketiga korban bernama Anike Fatie, Silvester Assem, dan Selviana Sory. Mereka tengah berada di sekitar kebun Mama Anike Fatie di Muara Aifam ketika insiden tragis itu terjadi. Saat Anike Fatie sedang mandi di kali dengan tiga ekor anjingnya, tiba-tiba terdengar suara tembakan sekitar pukul 17.20 WP.
Situasi semakin mencekam ketika Anike Fatie dan anjing-anjingnya tertembak. Sementara itu, Silvester Assem dan Selviana Sory yang berada di sekitar pondok juga menjadi korban tembakan. Keduanya mengalami luka serius akibat insiden tersebut.
Desakan dan Tuntutan Gencar
Direktur LBH Kaki Abu, Leonardo Ijie, mengecam keras peristiwa penembakan tersebut. Ia mendesak pemerintah dan institusi militer untuk mengevaluasi keberadaan aparat bersenjata di Maybrat. Leonardo juga mempertanyakan alasan di balik penempatan personel TNI AL di wilayah tersebut.
Tindakan kekerasan yang menimpa warga sipil ini memicu kekhawatiran akan keamanan di Papua. Keterlibatan TNI AL dalam insiden tragis ini menjadi sorotan publik, dan Leonardo mendesak agar semua pihak terlibat memberikan penjelasan terbuka terkait peristiwa ini.
Komnas HAM juga diminta untuk melakukan penyelidikan independen atas dugaan penembakan yang menewaskan dan melukai warga sipil di Maybrat. Semua pihak berharap agar keadilan dapat ditegakkan demi menghindari insiden serupa terjadi di masa depan.

