Pengurus pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengungkapkan bahwa teror bom di kantor mereka bukanlah kejadian terisolasi, melainkan bagian dari intimidasi yang meluas. Ledakan bom yang diduga terjadi di kantor KNPB pusat di Jayapura, Papua, menunjukkan bahwa serangan semakin canggih dan terorganisir. Agus Kossay, Ketua Umum KNPB, menyatakan bahwa serangkaian tindakan tersebut merupakan upaya pembungkaman terhadap para pembela hak asasi manusia dan pekerja media di Papua. KNPB mendesak adanya penyelidikan independen dan transparan untuk mengungkap pelaku serta menegaskan pentingnya kebebasan sipil bagi seluruh masyarakat, terutama bagi para pembela HAM dan insan pers di Papua.
Warpo Wetipo, Ketua I KNPB, menambahkan bahwa teror bom tidak hanya merugikan kantor mereka, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat sekitar. Ia menekankan pentingnya menghentikan serangkaian tindakan teror dan intimidasi terhadap para pembela HAM serta wartawan di Papua. KNPB menyerukan agar pelaku serangan segera dihentikan dan untuk melakukan investigasi internasional terkait kasus perusakan kantor dan intimidasi yang terjadi di Papua. Organisasi ini mengecam keras tindakan teror bom dan meminta kepolisian setempat untuk segera mengusut kasus ini. Selain itu, KNPB juga mengutuk segala bentuk kekerasan yang dilakukan terhadap para pembela HAM dan wartawan sebagai upaya untuk membungkam kebebasan pers.

