Iran telah menggunakan teknologi peluncuran satelit untuk meningkatkan jangkauan rudal balistiknya, mencapai lebih dari 4.000 km. Pada akhir pekan, Iran meluncurkan dua rudal balistik jarak menengah menuju pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia. Pangkalan Diego Garcia terletak 4.000 km dari Iran, melebihi batas 2.000 km yang telah diumumkan sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Para ahli militer mengindikasikan bahwa Iran mungkin menggunakan proses peluncuran dua tahap, mirip dengan peluncuran satelit, untuk mencapai jangkauan tersebut.
Peluncuran rudal ini menarik perhatian internasional karena dapat mempengaruhi posisi strategis AS dan sekutunya. Sumber-sumber mencatat bahwa Iran menembakkan dua rudal balistik ke Diego Garcia, namun tanpa menimbulkan kerusakan yang signifikan. Komandan Israel, Eyal Zamir, mencurigai bahwa rudal yang digunakan adalah sebuah versi disempurnakan dari rudal balistik Soviet era R-27, yang kemungkinan dimodifikasi untuk diluncurkan dari darat.
Menyusul kejadian ini, spekulasi pun muncul mengenai tujuan sebenarnya dari peluncuran tersebut. Zamir menegaskan bahwa dengan jangkauan rudal ini, kota-kota seperti Berlin, Paris, dan Roma juga berada dalam ancaman langsung. Selain itu, rudal ini juga dapat memaksa NATO untuk mempertimbangkan kembali posisinya terhadap Iran. Dengan perkembangan ini, perhatian dunia terfokus pada potensi ancaman rudal balistik yang mungkin ditimbulkan oleh Iran.

