Jakarta – Telkomsel, operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, melakukan restrukturisasi susunan dewan komisaris dan direksi guna menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam industri telekomunikasi. Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan profitabilitas di tengah persaingan yang semakin sengit.
Sinergi Menuju Konektivitas Unggul
Abdullah Fahmi, Wakil Presiden Bidang Komunikasi Korporat & Tanggung Jawab Sosial Telkomsel, menegaskan pentingnya perusahaan untuk terus beradaptasi dengan dinamika industri telekomunikasi yang semakin keras. Telkomsel perlu memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menjaga konektivitas inti sebagai prioritas utama. Investasi dalam pengembangan jaringan 5G menjadi salah satu fokus utama, demi menjaga kompetitivitas perusahaan dalam menyediakan layanan terbaik bagi pelanggan.
Lebih dari sekadar penjualan pulsa dan kuota, Telkomsel kini perlu memperluas bisnisnya ke ranah layanan konvergensi. Hal ini menjadi langkah strategis untuk melampaui konektivitas dasar dan mencapai segmentasi pasar yang lebih luas, baik dari kalangan konsumen ritel maupun korporat.
Struktur Kepemimpinan yang Baru
Untuk menjalankan misi yang ambisius ini, Telkomsel melakukan pergantian sosok-sosok strategis dalam jajaran pengawas perusahaan. Diaz F.M. Hendropriyono diamanahkan sebagai Komisaris Utama Telkomsel, yang akan memimpin dewan komisaris yang baru.
Di samping Diaz F.M. Hendropriyono, dewan komisaris Telkomsel juga akan diisi oleh tokoh-tokoh ternama di industri, antara lain Muhammad Yusuf Ateh, Ahmad Riza Patria, Irfan Wahid, Chandra Arie Setiawan, dan Rico Rustombi. Perwakilan dari Singtel, Yuen Kuan Moon dan Yip Anna, juga turut bergabung dalam dewan komisaris yang baru.

