Harga ikan di Kota Jayapura, Papua, mengalami lonjakan yang signifikan belakangan ini. Jenis ikan besar seperti cakalang dan ekor kuning naik hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Para warga mulai mengeluh atas lonjakan harga ikan di pasar, terutama karena cuaca ekstrem yang mempengaruhi pasokan ikan di Pasar Hamadi Kota. Harga ikan cakalang dan ekor kuning meroket, membuat para konsumen merasa dirugikan.
Beberapa pedagang ikan di tempat pelelangan ikan Hamadi juga menyampaikan kesulitan dalam menangkap ikan besar seperti ekor kuning, cakalang, dan deho karena cuaca buruk. Selain itu, tim survei geologi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan kegiatan survei seismik di perairan Jayapura, Sarmi, dan Biak, yang juga memengaruhi keberadaan rumpon nelayan.
Rumpon adalah alat bantu penangkapan ikan yang membantu nelayan menangkap ikan dengan efisien. Namun, kegiatan survei geologi dan pengelolaan rumpon nelayan juga berdampak pada harga ikan dan pasokan ikan di Kota Jayapura. Pemerintah Provinsi Papua juga tengah melakukan eksplorasi minyak dan gas di beberapa wilayah, termasuk di Blok Northern Jayapura Papua, untuk menjaga keberlanjutan produksi migas dan menarik minat investor global.
Dengan mengetahui kondisi harga ikan yang melonjak, lonjakan harga ikan besar seperti ekor kuning dan cakalang, serta kegiatan survei geologi dan pengelolaan rumpon nelayan, diharapkan para pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah ini demi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan energi nasional.

