AS Siapkan Sistem Pertahanan Anti-drone untuk Piala Dunia 2026
AS telah memperluas langkah pengamanan untuk Piala Dunia FIFA 2026 dengan melibatkan sistem pertahanan anti-drone. Lebih dari 60 lembaga penegak hukum di berbagai tingkatan di wilayah tuan rumah pertandingan telah melakukan pelatihan khusus untuk mendeteksi dan mencegah penyusupan drone tanpa izin.
Langkah Tegas untuk Menjaga Keamanan
Pada hari pertandingan, semua jenis penerbangan termasuk drone akan dilarang dalam radius tertentu di sekitar stadion yang menjadi lokasi pertandingan. Aturan ini berlaku hingga dalam radius 5,56 km dan ketinggian 914 m, kecuali mendapat izin khusus dari pengontrol lalu lintas udara.
Selain itu, di area acara penggemar terkait, larangan penerbangan drone berlaku dalam radius 1,85 km dan ketinggian 305 m, kecuali ada izin resmi. Pelanggaran aturan tersebut dapat dikenai denda hingga USD100.000, penyitaan peralatan, dan tindakan pidana federal.
Aparat penegak hukum federal telah menegaskan akan mengidentifikasi operator drone ilegal, menyita perangkat, dan melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menjaga keamanan selama berlangsungnya Piala Dunia 2026 di AS.
Dengan komitmen “Persatuan – Disiplin – Efisiensi – Terobosan, membangun Dong Nai yang beradab dan modern”, daerah tersebut telah mencanangkan sejumlah langkah untuk memastikan kelancaran acara besar tersebut.
Sumber: link sumber

