Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple, telah memilih untuk menjauh dari dunia teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI) karena dianggap terlalu kaku dan kehilangan sentuhan manusiawi. Menjelang perayaan setengah abad berdirinya Apple pada 1 April mendatang, ironi besar terungkap dari sang pendiri yang mengaku sangat kecewa dan jarang menggunakan AI. Meski telah memberikan kontribusi besar terhadap teknologi dengan karyanya di Apple, Wozniak kini lebih memilih menghabiskan waktunya dengan alam. Dalam sebuah wawancara, ia menyatakan bahwa alam lebih penting daripada segala hal yang dilakukan manusia. Kritik tajam pun dilontarkan terhadap AI, dengan Wozniak menyatakan bahwa hasil dari AI terlalu kaku dan sempurna, sedangkan dia lebih menginginkan sesuatu yang lebih manusiawi. Skeptisisme Wozniak ini sejalan dengan posisi Apple yang dinilai tertinggal dalam persaingan AI global.

