Salmon Telenggen, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Papua mengungkapkan bahwa rata-rata sampah yang dihasilkan di daerah tersebut mencapai 90 ton per hari, dengan 60 persennya berasal dari sampah sisa makanan. Hasil studi dari World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Program Papua bersama DLH Kabupaten Jayapura pada tahun 2025 menunjukkan dominasi sampah sisa makanan ini. Dalam pelatihan perencanaan konten kampanye gaya hidup berkelanjutan terkait sampah makanan, Telenggen menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk bijak dalam mengelola sampah sisa makanan.
Kerjasama antara DLH Kabupaten Jayapura, WWF Indonesia Program Papua, dan Komunitas Earth Hour Jayapura menjadi kunci untuk mengedukasi warga dalam memisahkan sampah sisa makanan sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah. Telenggen juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pengelola kafe, restoran, warung, dan hotel untuk memisahkan sampah sisa makanan sejak sumbernya. Dia juga menyoroti potensi pengolahan sampah sisa makanan menjadi pakan ternak dengan pendekatan menggunakan maggot.
Di sisi lain, Bupati Jayapura memiliki rencana untuk membangun mesin pengolahan sampah yang efektif guna mengurangi dampak buangan sampah di daerah tersebut. Diharapkan kerjasama dengan WWF, DLH, dan komunitas Earth Hour Jayapura dapat membawa keberhasilan rencana ini. Selain itu, pelatihan yang dilakukan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada warga melalui media sosial dengan konten yang menarik dan edukatif. WWF Indonesia Program Papua juga berharap bahwa momentum Hari Bumi tahun ini bisa menjadi awal kesadaran bagi pemuda, pemudi, dan masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah sisa makanan demi keberlanjutan lingkungan.

