Presiden Yayasan Suku PNG Kecam Serangan Terhadap Aktivis
Jayapura, Jubi – Presiden Yayasan Suku PNG, GT Bustin, mengecam serangan brutal yang dialami salah satu staf garda depan oleh warga setempat di Banz pada Selasa (30/6/2026) malam. Pelaku diduga melakukan penusukan di punggung sebagai pembalasan terhadap kasus kekerasan terkait tuduhan sihir (SARV) yang sedang ditangani Yayasan Suku PNG.
Serangan Langsung terhadap Pembela Hak Asasi Manusia
Bustin menegaskan bahwa serangan terhadap staf Yayasan Suku PNG bukan hanya serangan fisik, tetapi juga merupakan serangan langsung terhadap para pembela hak asasi manusia. Mereka yang berani memperjuangkan keadilan dan melindungi masyarakat rentan harus mendapat perlindungan yang memadai.
Ia menyerukan Kepolisian Kerajaan Papua Nugini segera mengusut kasus ini dan menangkap pelaku agar dapat diproses secara hukum. Yayasan Suku PNG saat ini mendukung puluhan kasus SARV aktif di berbagai daerah Papua Nugini, bekerja sama dengan aparat kepolisian dan lembaga kehakiman setempat.
Misi Papua Nugini Tribal Foundation dalam Mengakhiri Kekerasan SARV
PNG Tribal Foundation telah lama menjadi garda terdepan dalam upaya mengakhiri kekerasan terkait tuduhan sihir di Papua Nugini. Mereka telah mendukung penangkapan ratusan terduga pelaku kekerasan SARV dan memberikan bantuan kepada korban-korban yang terkena dampaknya.
Kekerasan terkait tuduhan sihir merupakan krisis hak asasi manusia serius di Papua Nugini, yang terutama merugikan perempuan, anak-anak, dan lansia. Tuduhan ini sering kali berujung pada pengusiran, penyiksaan, bahkan pembunuhan terhadap individu yang dituduh sebagai pelaku sihir.
Saat ini, upaya untuk mengakhiri kekerasan SARV memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat Papua Nugini. Semua pihak harus mengambil langkah konkret untuk mengidentifikasi, menangkap, dan menjatuhi hukuman bagi pelaku kekerasan terkait tuduhan sihir demi mewujudkan keadilan di negara tersebut.

