Penyerangan pesawat tak berawak yang diduga dilakukan oleh Iran di pangkalan udara Ali Al-Salem di Kuwait menyebabkan kerusakan pada beberapa jet tempur Eurofighter. Laporan dari sumber militer mengindikasikan bahwa serangan ini telah mempengaruhi area parkir jet tempur di pangkalan tersebut. Tiga pesawat Eurofighter Angkatan Udara Kuwait dilaporkan hancur, sementara dua pesawat Eurofighter Angkatan Udara Italia mengalami kerusakan parah. Pesawat nirawak Shahed-136 buatan Iran diduga terlibat dalam serangan ini, dikenal memiliki jangkauan yang luas dan kemampuan membawa hulu ledak yang signifikan.
Serangan ini terjadi setelah MQ-9 Reaper milik Angkatan Udara Italia juga dihancurkan di pangkalan yang sama, meningkatkan ketegangan militer di kawasan Teluk. Kejadian ini menjadi sorotan berbagai pihak akibat dampaknya yang signifikan terhadap keamanan dan pertahanan udara di wilayah tersebut. Semua peristiwa ini memperkuat kehadiran dan peran Iran dalam pengembangan teknologi militer yang serba canggih dan meningkatkan kompleksitas keadaan di kawasan tersebut. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi keamanan regional dan hubungan antar negara yang terlibat dalam wilayah tersebut.

