Di tengah kebisingan Bandara Internasional Sentani, suara merdu dawai biola Billy Nebore memecah hening ruang tunggu. Berselang 19 kilometer di timur, Filemon Ondoafo juga mengisi teras Ramayana, Kotaraja dengan melodi biolanya. Kedua seniman OAP (Orang Asli Papua) ini menjadikan ruang publik sebagai panggung untuk menyalurkan talenta musik mereka. Dua individu ini, meskipun memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda, memiliki hasrat yang sama untuk mempopulerkan alat musik biola di kalangan anak-anak Papua.
Billy Nebore, yang belajar biola secara otodidak sejak 2015, menghadapi tantangan dalam menguasai alat musik ini. Dengan bantuan beberapa individu dan misionaris, Billy mulai merintis karirnya dalam bermusik. Di tengah keterbatasan ekonomi dan depresi akibat kesulitan mencari pekerjaan selama pandemi Covid-19, Billy menemukan kedamaian dalam bermusik di jalanan. Kepopulerannya di Bandara Sentani juga membuka pintu kesempatan untuk tampil di acara-acara penting dan perjalanan seni ke berbagai daerah.
Sementara Filemon Ondoafo, seorang guru honorer di SMA Negeri 1 Lereh, Jayapura, memiliki impian untuk membuka ‘Rumah Musik’ bagi anak-anak di daerahnya. Mengajarkan biola dan keyboard tanpa peralatan yang memadai, Filemon berjuang untuk menumbuhkan minat musik di kalangan generasi muda Papua. Meskipun dihadang oleh pandangan skeptis di jalanan, Filemon tetap gigih dalam meyakinkan masyarakat bahwa seni dan musik juga bisa menjadi pilihan karier yang layak.
Fenomena para musisi biola ini menarik perhatian musisi senior Papua, Stephen Wally, yang melihatnya sebagai langkah positif dalam mengembangkan ekspresi diri di ruang publik. Dukungan penuh terhadap upaya para seniman muda Papua, Stephen juga mengingatkan bahwa tantangan besar seperti lingkungan dan ketersediaan modal finansial seharusnya tidak menghambat semangat untuk berkarya. Bagi Stephen, integritas dan kejujuran dalam berkarya adalah kunci kesuksesan, tidak hanya dalam popularitas namun juga dalam pesan positif yang disampaikan melalui seni.
Melalui musik dan keberanian mereka dalam mengekspresikan diri, Billy Nebore dan Filemon Ondoafo membuka pintu bagi generasi muda Papua untuk bermimpi dan menginspirasi melalui perjalanan seni mereka. Mereka tidak hanya menciptakan ruang kreatif di tengah keterbatasan, tetapi juga menegaskan bahwa kemampuan, kesungguhan, dan semangat adalah kunci utama dalam meraih mimpi dan menciptakan eksistensi yang dihargai oleh masyarakat luas.

