Studi terbaru menemukan bahwa warga Amerika yang berinteraksi dengan kecerdasan buatan (AI) setiap hari memiliki risiko depresi yang lebih tinggi daripada yang jarang menggunakan aplikasi tersebut. Dalam studi yang melibatkan 20.847 orang dewasa AS, penggunaan AI dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi hingga 30 persen. Para peneliti menemukan bahwa individu yang lebih muda cenderung lebih rentan terhadap efek kesehatan mental ini.
Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami secara menyeluruh dampak dari interaksi dengan kecerdasan buatan terhadap tingkat depresi. Seiring dengan perkembangan teknologi, penting bagi pengguna untuk lebih waspada terhadap penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk menggunakan teknologi dengan bijaksana untuk menjaga kesehatan mental kita. Semakin memahami dampak dari interaksi dengan chatbot dan kecerdasan buatan dapat membantu mengurangi risiko depresi yang mungkin timbul.

