Militer Amerika Serikat menyatakan pentingnya latihan perang yang luas di Kepulauan Mariana dalam menghadapi ancaman modern di wilayah Indo-Pasifik. Namun, warga di Saipan, Tinian, dan Rota menentangnya, menyuarakan kekhawatiran tentang dampak lingkungan yang terakumulasi dan kurangnya konsultasi publik yang memadai.
Dalam pertemuan publik untuk Rancangan Pernyataan Dampak Lingkungan Tambahan (SEIS) untuk latihan perang dan uji coba militer di Kepulauan Mariana, terungkap bahwa latihan tersebut akan melibatkan perairan dan wilayah udara regional dalam intensitas yang berbeda. Meskipun militer AS menyatakan pentingnya kesiapan tempur, beberapa pihak menyoroti penggunaan bahan peledak aktif dan teknologi senjata baru dalam scenario latihan.
Penduduk setempat menunjukkan keprihatinan terhadap dampak buruk potensial dari aktivitas militer tersebut terhadap lingkungan laut dan darat di sekitar Kepulauan Mariana. Selain itu, beberapa pembicara menilai bahwa proses konsultasi publik dan penyuluhan masyarakat masih kurang optimal, dengan adanya kekhawatiran mengenai ketidaktransparanan dan ketidakpartisipasian langsung masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait.
Meskipun Angkatan Laut AS menegaskan bahwa dampak lingkungan akan terbatas dan bersifat jangka pendek, kritik yang disuarakan oleh beberapa pihak lokal mengenai kesenjangan data, kurangnya alternatif tanpa tindakan, dan implikasi kumulatif pada sistem lingkungan yang sudah terbebani oleh perubahan iklim menjadi sorotan utama. Oleh karena itu, para kontributor masyarakat menekankan pentingnya keterlibatan lebih lanjut, pemenuhan standar federal, dan evaluasi yang lebih holistik terhadap dampak potensial dari kegiatan militer di wilayah tersebut.
Diharapkan bahwa masukan dari komentar publik akan membentuk tinjauan lingkungan akhir yang lebih komprehensif, memperhitungkan dan merespons kekhawatiran serta rekomendasi dari berbagai pihak yang terlibat. Seiring dengan berlanjutnya proses ini, penting bagi semua pihak untuk terus mengawal dan menyoroti aspek-aspek penting seperti keberlanjutan lingkungan, transparansi, serta partisipasi masyarakat demi mencapai keputusan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

