Festival Pasifika di Auckland telah kembali digelar di Western Springs Lakeside Park, mengundang lebih dari 25.000 pengunjung untuk merayakan keragaman budaya masyarakat Pasifik. Acara ini menampilkan 11 negara Pasifik yang berbeda, termasuk Kepulauan Cook, Niue, Selandia Baru, Samoa, Tuvalu, Fiji, dan Tonga. Desa kolektif Fale Pasifika juga menampilkan budaya dari Kiribati, Tokelau, Hawaiʻi, dan Tahiti. Festival Pasifika pertama kali digelar pada tahun 1993 dan telah berkembang menjadi salah satu acara budaya terbesar di daerah tersebut, menarik perhatian kerumunan yang beragam setiap tahun.
Acara ini dipenuhi dengan musik dari kepulauan Pasifik di berbagai panggung. Selain itu, pengunjung dari berbagai usia dan latar belakang terlihat menari, menikmati kuliner Pasifik, dan berbelanja kerajinan tangan serta produk tradisional. Menurut Jep Savali, penyelenggara festival, acara ini merupakan momen penting dalam kalender budaya Selandia Baru yang juga sebagai penghormatan kepada tradisi Pasifik dan komunitas yang telah membangun kehidupan di negara tersebut.
Acara ini mendapat apresiasi dari pengunjung internasional seperti Sepi Pepa dari Utah, Amerika Serikat, yang merasa jarang menemukan acara sebesar Festival Pasifika di negaranya. Sementara Nele Suvi dari Estonia ikut tampil sebagai bagian dari kelompok tari Tahiti dan merasa kagum dengan ramahnya suasana dan keberagaman budaya yang ditampilkan.
Direktur artistik Polynesian Entertainers, Amo Ieriko, menekankan bahwa Festival Pasifika kini telah melebihi batas lokal dan dikenal di seluruh kawasan Pasifik. Acara ini memungkinkan para penampil muda untuk mempertahankan dan membagikan warisan budaya mereka dalam festival ini.
Meskipun Festival Pasifika tahun ini telah berakhir, perayaan budaya di Auckland masih berlanjut dengan tahap pertama ASB Polyfest yang akan dimulai pada tanggal 18 Maret. Acara ini akan kembali menampilkan pertunjukan budaya dan seni dari pelajar seluruh Selandia Baru.

