Persipuncak Cartensz pulang dari Nabire dengan kepala tegak setelah menuntaskan final Gubernur Papua Tengah Cup I 2025 lewat kemenangan 2-1 atas Persipani Paniai. Hasil itu bukan sekadar soal trofi, tetapi juga menegaskan bahwa tim asal Kabupaten Puncak mampu tampil tenang di laga penentuan dan menjawab dukungan besar yang sejak awal mengiringi perjalanan mereka di turnamen ini.
Kemenangan yang Mengubah Peta Persaingan
Dalam pertandingan puncak tersebut, Persipuncak sempat berada dalam tekanan sebelum akhirnya membalikkan keadaan. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Donip Kii, yang ikut memberi kontribusi penting saat timnya mengamankan kemenangan. Hasil ini membuat Persipuncak berhak menyandang gelar juara turnamen sepak bola Gubernur Papua Tengah Cup I tahun 2025.
Keberhasilan itu juga menjadi bukti bahwa Persipuncak tidak sekadar datang untuk meramaikan kompetisi. Mereka tampil konsisten hingga partai final dan mampu menjaga fokus saat momen paling menentukan. Kemenangan ini sekaligus membawa kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Puncak yang sejak awal memberi dukungan penuh kepada tim.
Bonus Spesial dari Bupati
Dukungan besar dari Bupati Puncak Elvis Tabuni dan pemerintah kabupaten disebut menjadi salah satu tenaga tambahan bagi para pemain. Sebelum turnamen berakhir, bonus besar memang telah dijanjikan jika Persipuncak mampu membawa pulang gelar juara. Janji itu kini layak ditunaikan setelah tim berhasil meraih hasil maksimal di Nabire.
Kehadiran manajer, pelatih, dan suporter juga ikut memperkuat semangat juang tim sepanjang turnamen. Atmosfer kebersamaan itu membuat Persipuncak tampil lebih lepas, tetapi tetap disiplin saat menghadapi tekanan lawan. Bagi Kabupaten Puncak, kemenangan ini bukan hanya soal olahraga, melainkan juga simbol kerja sama dan kebanggaan daerah.
Penghargaan Individu dan Target Berikutnya
Di luar gelar juara tim, turnamen ini juga melahirkan penghargaan individu. Amsal Kogoya dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen, sementara Danilo Mote dari Persipani Paniai keluar sebagai top skor. Dua penghargaan itu melengkapi catatan kompetisi yang berlangsung ketat hingga pertandingan terakhir.
Setelah keberhasilan ini, Persipuncak disebut sudah memasang target untuk tampil lebih baik lagi pada ajang-ajang berikutnya. Gelar juara di Nabire menjadi modal penting, tetapi juga pengingat bahwa prestasi harus dijaga agar kebangkitan tim tidak berhenti di satu turnamen saja.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

