Wednesday, June 17, 2026
HomeHEADLINEPulau Bonyum: Pengaruh Katolik di Papua Selatan

Pulau Bonyum: Pengaruh Katolik di Papua Selatan

Pulau Bonyum: Simbol Toleransi Antar Umat Beragama di Tanah Papua

Pulau Bonyum, yang terletak di Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, tidak hanya memiliki nilai sejarah keberagaman, tetapi juga menjadi simbol kuat dari toleransi antar umat beragama. Pulau ini dipilih sebagai lokasi perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua, yang akan diadakan pada 19–24 Mei 2026.

Momen Penting Sebagai Awal Perjalanan Misi Katolik

Direktur Le Cocq Foundation, Yanuarius Kerry Meak, menjelaskan bahwa Pulau Bonyum dipilih karena nilai sejarah pentingnya sebagai salah satu titik awal perjalanan misi Katolik di Tanah Papua. Peristiwa tersebut terjadi saat misionaris Jesuit Cornelis Le Cocq d’Armandville tiba di Kampung Sekru pada 22 Mei 1894, yang juga menandai hubungan awal lintas agama di wilayah Fakfak.

Hingga saat ini, semangat kebersamaan dan toleransi terus terjaga di Fakfak, menjadi identitas sosial yang kuat bagi masyarakat setempat. Dalam rangka mempersiapkan perayaan misi Katolik ke-132 tahun, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, memimpin kerja bakti massal yang melibatkan berbagai instansi dan masyarakat setempat.

Potensi Pulau Bonyum Sebagai Destinasi Wisata Religi

Selain sebagai tempat perayaan misi Katolik, Pulau Bonyum juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata religi dan wisata pantai di Kabupaten Fakfak. Pemerintah daerah berencana untuk membangun akses jalan, fasilitas penunjang, serta tempat doa dan situs rohani bagi umat maupun masyarakat umum.

Semangat gotong royong dan kekompakan antar umat beragama di Fakfak menjadi landasan kuat dalam mempersiapkan dan menyambut perayaan misi Katolik, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai toleransi yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya.

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer