Asosiasi Provinsi PSSI Papua telah menggelar Kongres Biasa di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (7/2/2026) sesuai dengan mandat dari PSSI Pusat. Acara ini dihadiri oleh sejumlah klub anggota dan wakil Asosiasi Kabupaten/Asosiasi Kota, yang menghasilkan dua keputusan krusial untuk masa depan sepak bola di Tanah Papua.
Ketua PSSI Papua, Benhur Tomi Mano menyatakan bahwa klub sepak bola dan asosiasi PSSI Kabupaten/Kota hadir dan memenuhi kuorum sehingga Kongres Biasa dapat dilaksanakan. Agenda utama kongres ini adalah penetapan perubahan Statuta PSSI Papua dari tahun 2019 ke tahun 2025, termasuk penyesuaian nomenklatur sesuai aturan FIFA dan PSSI Pusat.
Perubahan ini melibatkan pergantian nama dari “Asprov PSSI Papua” menjadi “PSSI Papua” dan juga pergantian nama kepengurusan PSSI di tingkat kabupaten/kota. Selain itu, kongres juga menyetujui pembentukan Komite Pemilihan Independen untuk persiapan pemilihan ketua baru yang dijadwalkan pada bulan Juni mendatang. Komite tersebut terdiri dari anggota profesional dan akademisi independen.
PSSI Papua memberlakukan aturan ketat bagi anggota yang ingin memiliki hak suara dalam Kongres Luar Biasa di masa depan, termasuk partisipasi dalam kompetisi Liga 4 dan aktifitas di pengurusan PSSI Kabupaten/Kota. Sebagai respons terhadap pemekaran Provinsi Papua yang menghasilkan tiga Daerah Otonomi Baru, PSSI Papua kini menaungi satu kota dan delapan kabupaten.
Dengan masa kepengurusan yang telah berakhir, PSSI Papua akan bekerja sama dengan kepala daerah dan KONI setempat untuk mempercepat pembentukan pengurus baru di tingkat kabupaten/kota. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya PSSI Papua untuk memperkuat struktur organisasi dan memajukan sepak bola di Papua.

