Front Rakyat Domberai Menolak Proyek Strategis Nasional dan Militerisme di Papua Barat
Pada Kamis (21/5/2026), Front Rakyat Domberai Tolak PSN dan Militerisme menggelar demonstrasi di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Mereka menolak ekspansi proyek perkebunan kelapa sawit, tambang, dan militerisme yang dinilai merugikan masyarakat adat Papua.
Ribuan Massa Aksi Bersatu dan Berjuang
Demonstrasi tersebut dihadiri oleh ribuan massa yang datang dari empat titik berbeda. Massa aksi berkumpul di depan Elin Kota Sorong sebelum menuju Kantor Gubernur Papua Barat Daya untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Ketua Front Rakyat Domberai Tolak PSN dan Militerisme, Musell M Safkaur, menyoroti bahwa pulau Papua sedang dalam ancaman serius akibat eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkesudahan sejak pendudukan Indonesia.
Mengecam Eksploitasi dan Militerisme di Papua
Musell juga mengecam ekspansi besar perkebunan kelapa sawit di Papua Barat Daya oleh perusahaan seperti PT Fajar Inti Persada. Dia menekankan bahwa pembangunan hanya akan merugikan masyarakat Papua dan bukan untuk kepentingan mereka.
Front Rakyat Domberai juga menentang peningkatan militerisme di Papua, dengan menilai bahwa kehadiran ribuan pasukan militer lebih untuk melindungi kepentingan bisnis daripada menjaga keamanan rakyat.
Dalam demonstrasi tersebut, Front Rakyat Domberai menyampaikan 13 tuntutan kepada pemerintah, antara lain menolak pembangunan proyek eksploitasi dan menuntut penghentian ekspansi perkebunan kelapa sawit di Papua Barat Daya.
Front Rakyat Domberai Tolak PSN dan Militerisme menjelaskan bahwa mereka bukan menentang pembangunan, namun menolak pembangunan yang hanya akan merugikan masyarakat Papua dan menguntungkan elite korporasi.

