Sunday, June 14, 2026
HomeHEADLINEProses Tinjauan Lingkungan Militer AS di Pulau Mariana Pasifik untuk Jejak Pelatihan

Proses Tinjauan Lingkungan Militer AS di Pulau Mariana Pasifik untuk Jejak Pelatihan

Militer Amerika Serikat telah mengambil langkah menuju proses peninjauan lingkungan untuk melanjutkan kegiatan pelatihan dan pengujian skala besar di sekitar Kepulauan Mariana Utara dan di Farallon de Medinilla di Pasifik. Departemen Angkatan Laut, bersama dengan Angkatan Udara, Angkatan Darat, Korps Marinir, dan Penjaga Pantai AS, telah menyusun rancangan Pernyataan Dampak Lingkungan Tambahan untuk program Pelatihan dan Pengujian Kepulauan Mariana. Usulan ini bertujuan untuk memungkinkan kegiatan kesiapan militer berlanjut di laut dan di pulau Farallon de Medinilla. Kegiatan yang direncanakan mencakup latihan militer bersama, pengujian senjata, riset dan pengembangan, serta modernisasi jangkauan. Operasi akan berlangsung di dalam Kompleks Rentang Kepulauan Mariana, area laut lepas tambahan di utara dan barat kompleks, serta perairan dekat pantai Guam dan Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara.

Area studi tetap tidak berubah dari tinjauan 2020, dengan fokus analisis pada aktivitas laut dan di Farallon de Medinilla. Pemodelan militer Angkatan Laut memperkirakan dampak potensial pada mamalia laut akan bersifat perubahan perilaku sementara, tanpa memprediksi dampak tingkat populasi atau kematian yang signifikan. Tiga alternatif telah dianalisis, termasuk alternatif tanpa tindakan, alternatif yang disukai yang mencerminkan tahun representatif dari kegiatan pelatihan, dan alternatif tindakan kedua dengan asumsi aktivitas maksimum selama tujuh tahun. Jadwal tinjauan lingkungan tambahan telah ditetapkan dengan periode komentar hingga Mei 2026, dan keputusan diharapkan pada pertengahan 2027.

Kepulauan Mariana Utara, sebuah persemakmuran Amerika Serikat di Pasifik Barat, terdiri dari beberapa pulau dengan Saipan sebagai pusat pemerintahan. Farallon de Medinilla, pulau tak berpenghuni di utara Saipan, digunakan sebagai area latihan pengeboman militer. Wilayah ini ditempati oleh suku Chamorro dan memiliki sejarah Perang Dunia II yang kaya. Dengan demikian, proses tinjauan lingkungan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai konsekuensi dan implikasi kegiatan militer di wilayah tersebut.

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer