Saturday, July 18, 2026
HomeHEADLINEProgram WWF Papua: Kelola Sampah Makanan Bersama Berbagai Kelompok

Program WWF Papua: Kelola Sampah Makanan Bersama Berbagai Kelompok

WWF Program Papua Libatkan Berbagai Kalangan Kelola Sampah Makanan

World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Program Papua melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, pemuda lintas agama, dan masyarakat adat dalam pelatihan pengelolaan sampah makanan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Rabu (17/6/2026).

Menghadapi Triple Planetary Crisis

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadapi tiga krisis lingkungan global atau triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah. Kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura memadukan pelatihan penyusunan konten kampanye lingkungan dengan praktik pembuatan kompos dari sampah makanan.

Campaign and Outreach Officer WWF Indonesia Program Papua, Delia Septiani Restanti Tania, mengungkapkan bahwa tema pengelolaan sampah makanan dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan tiga krisis lingkungan yang sedang dihadapi dunia saat ini.

Penggerak di Tingkat Komunitas

WWF Indonesia Program Papua bertujuan untuk membangun kelompok-kelompok penggerak di tingkat komunitas yang dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengurangi sampah makanan dan mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat, seperti kompos. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kabupaten Jayapura, Sandi Nusantara, menyatakan bahwa pelatihan tersebut menjadi langkah konkret untuk menekan jumlah sampah, terutama sampah organik yang merupakan penyumbang terbesar timbulan sampah rumah tangga di Kota Sentani. Melalui pengolahan sampah menjadi kompos, diharapkan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Waibron dapat dikurangi.

Para peserta diajak untuk menjadi agen edukasi yang mampu menyebarluaskan praktik pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat.

Melalui pelatihan tersebut, peserta seperti Nelson N. M. Tokoro dari komunitas pemuda Gereja GKI Honomi Sentani menegaskan pentingnya kesadaran generasi muda terhadap masalah lingkungan, mulai dari kebiasaan sehari-hari. Pengelolaan sampah makanan menjadi salah satu langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer