Duka mendalam melanda dunia akademisi Tanah Papua, terutama di Universitas Cenderawasih (Uncen), setelah kepergian pakar antropolog politik JR Mansoben, MA, PhD pada Rabu (11/2/2026). Lulusan FKIP Jurusan Geografi Uncen pada tahun 1974 ini menyelesaikan disertasinya berjudul “Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya” di Universitas Leiden, Belanda. Disertasi tersebut dibimbing oleh Prof. Dr. Claessen dan diuji oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat, seorang begawan antropologi Indonesia, pada tahun 1994. Antropologi politik merupakan cabang ilmu antropologi yang mempelajari fenomena politik dalam konteks budaya, sejarah, dan lingkungan sosial manusia. Tak hanya menarik perhatian pada struktur politik formal, tetapi juga pada praktik politik informal dan simbol yang terjadi di berbagai tingkatan masyarakat.
Prof. Dr. Koentjaraningrat, yang juga mendidik banyak pakar antropologi di Indonesia, memuji JR Mansoben yang turut membimbing disertasinya sebagai co promotor. Keduanya bahkan bersahabat sejak zaman sekolah menengah pertama. Setelah menyelesaikan penelitian di Asmat, JR Mansoben melanjutkan pendidikan Sarjana dan Master di Fisip Universitas Indonesia. Kepergian JR Mansoben meninggalkan duka yang mendalam di kalangan rekan sejawatnya. Rekan satu penelitiannya, Dr. Manuel Kaisiepo, mengenang almarhum sebagai sosok yang tekun dan rendah hati dalam mendidik mahasiswa antropologi di Universitas Cenderawasih. Jenazahnya rencananya akan diberangkatkan ke Supiori pada Sabtu, 14 Februari 2026. Selamat jalan, antropolog politik Papua.

