Wednesday, June 17, 2026
HomeTEKNOLOGIPria Pembuat 500.000 Gambar Artis Telanjang Ditangkap Polisi

Pria Pembuat 500.000 Gambar Artis Telanjang Ditangkap Polisi

Pria Pembuat 500.000 Gambar Artis Telanjang Ditangkap Polisi

Seorang pria di Tokyo ditangkap polisi Jepang setelah diduga memanfaatkan aplikasi kecerdasan buatan untuk membuat dan menjual lebih dari 500.000 gambar pornografi yang menampilkan selebriti perempuan. Kasus ini kembali memicu perhatian publik terhadap sisi gelap teknologi AI, terutama ketika digunakan untuk menghasilkan konten deepfake yang bisa meniru foto, video, hingga audio asli secara menyesatkan.

Diduga Jual Konten Buatan AI Secara Daring

Dalam periode antara Desember 2024 hingga Mei 2025, tersangka yang diidentifikasi sebagai Tetsuro Chiba diduga memberi akses kepada pengguna internet terhadap 14 file gambar pornografi elektronik secara online dengan imbalan tertentu. Polisi menyebut pria berusia 31 tahun yang tinggal di Sapporo, Jepang utara, itu ditangkap atas dugaan memposting konten pornografi di internet.

Penangkapan Chiba menyoroti bagaimana alat AI yang mudah diakses dapat disalahgunakan untuk menghasilkan materi ilegal dalam jumlah besar. Bukan hanya soal jumlah file yang mencapai ratusan ribu, tetapi juga cara konten itu diproduksi dan diedarkan, yang menunjukkan bahwa teknologi serupa bisa dipakai untuk mengeksploitasi identitas publik figur tanpa izin.

Kasus Ini Soroti Risiko Penyalahgunaan AI

Kekhawatiran terhadap penggunaan platform AI untuk tujuan jahat memang terus meningkat, terutama karena deepfake semakin sulit dibedakan dari konten asli. Dalam kasus seperti ini, masalahnya bukan semata pada teknologi, melainkan pada bagaimana teknologi tersebut dipakai untuk melanggar hukum dan merusak privasi orang lain.

Perkara yang menjerat Chiba menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap penggunaan AI tidak bisa hanya bergantung pada kecanggihan sistem, tetapi juga pada tanggung jawab penggunanya. Di tengah maraknya alat generatif yang kian mudah diakses, batas antara inovasi dan penyalahgunaan bisa cepat kabur jika tidak ada kontrol yang memadai.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Berita Populer