Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Papua memprediksi bahwa awal musim kemarau di beberapa wilayah Tanah Papua akan dimulai dari Mei hingga Juni 2026. Prediksi ini berlaku untuk Provinsi Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, dengan puncak musim kemarau diharapkan terjadi pada bulan Agustus tahun yang sama. Meskipun saat ini wilayah Papua masih berada dalam periode puncak musim hujan dari Januari hingga Maret, BMKG telah memetakan kondisi iklim mendatang untuk mengantisipasi musim kemarau.
Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Papua, Sulaiman, prediksi musim kemarau bertujuan untuk memberikan informasi dan peringatan dini terkait awal musim, puncak musim, serta karakteristik musim kemarau yang akan terjadi. Dengan demikian, pemerintah, sektor terkait, dan masyarakat dapat melakukan persiapan yang lebih baik dalam mengelola sumber daya air dan merencanakan kegiatan yang tepat.
BMKG mencatat bahwa wilayah Papua memiliki sekitar 30 zona musim dengan karakteristik curah hujan yang berbeda-beda. Terdapat empat tipe pola hujan, termasuk ekuatorial yang hujan sepanjang tahun, tipe lokal dengan puncak hujan pertengahan tahun, tipe monsunal dengan penurunan curah hujan pertengahan tahun, dan variasi pola hujan lainnya sesuai dengan geografis wilayah. Puncak musim kemarau di tahun 2026 diperkirakan terjadi pada bulan Agustus di sebagian besar wilayah Papua, dengan Papua Pegunungan diprediksi akan mengalami durasi musim kemarau yang lebih panjang daripada wilayah lain.
Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana seperti kekeringan dan kebakaran hutan selama musim kemarau. Informasi prediksi musim ini diharapkan dapat membantu dalam penyusunan rencana antisipasi dan pengelolaan sumber daya air serta penanganan kebakaran hutan. Dalam beberapa pekan ke depan, fenomena atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan siklon tropis di sekitar wilayah Pasifik dapat meningkatkan potensi hujan dan angin kencang di Papua.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor selama periode musim hujan. Selain itu, menjelang mudik dan perayaan Idul Fitri 2026, BMKG membuka posko informasi cuaca untuk mendukung kelancaran transportasi dan keselamatan masyarakat. Kepala Balai Besar BMKG Wilayah V Papua, Yustus Rumakiek, mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi dan gangguan transportasi akibat cuaca buruk.
Prediksi musim kemarau diharapkan dapat membantu pemerintah dan sektor terkait dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air dan mendukung sektor pertanian untuk mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan. Informasi ini juga diharapkan dapat melancarkan transportasi serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan bahwa kesiapsiagaan terhadap risiko tersebut dapat ditingkatkan.

