Suhu Matahari Semakin Panas. Jumlah energi yang dipancarkan Matahari sekarang sekitar sepertiga lebih besar daripada pada tahap awalnya 4,5 miliar tahun yang lalu. Model evolusi menunjukkan tren ini akan berlanjut sebelum Matahari mencapai akhir siklus hidupnya dalam waktu sekitar 5 miliar tahun.
Semakin Terangnya Matahari dan Kehidupan di Bumi
Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mempertanyakan batas-batas keberadaan kehidupan di Bumi seiring dengan semakin terangnya Matahari. Perkiraan awal menunjukkan bahwa biosfer fotosintetik Bumi akan berakhir dalam 100 juta tahun ke depan. Namun, atmosfer memberikan pandangan yang lebih optimis dengan memperkirakan bahwa kehidupan tumbuhan dapat bertahan selama 1,8 miliar tahun lagi.
Garis waktu ini mendekati titik di mana Bumi mungkin kehilangan lautannya karena radiasi yang memecah molekul air atau penguapan yang tidak terkontrol, yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu sekitar 2 miliar tahun.
Peran Fotosintesis dalam Kehidupan Bumi
Kehidupan di Bumi bergantung pada fotosintesis, di mana tumbuhan, alga, dan beberapa bakteri menggunakan energi Matahari untuk mengubah CO2 dan air menjadi senyawa organik kaya energi, sambil melepaskan oksigen. Proses ini sangat penting namun juga membutuhkan CO2 dan cahaya untuk terjadi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kehidupan di Bumi, terutama vegetasi kompleks, dapat bertahan lebih lama di masa depan daripada yang ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya,” kata Jacob Haqq-Misra, ilmuwan bioastronomi di organisasi nirlaba Blue Marble Space dan salah satu penulis studi tersebut.
Sumber: Daily

