Pertahanan Papua Nugini Memperkuat Kesiapan Operasional
Angkatan Pertahanan Papua Nugini (PNGDF) telah melakukan pelatihan gabungan dengan Angkatan Pertahanan Australia (ADF) di Port Moresby untuk meningkatkan kesiapan operasional menjelang Latihan Wantok Warrior 26. Pelatihan ini melibatkan prajurit dari Resimen Kepulauan Pasifik Kerajaan ke-1 (1RPIR) dan Resimen Kavaleri ke-2 ADF dengan fokus pada penggunaan Landcruiser lapis baja yang diberikan oleh Australia kepada PNGDF pada akhir tahun 2025.
Kemajuan dalam Kemampuan Infanteri Bermotor
Selama latihan, personel melakukan operasi pengawalan konvoi dan merespons serangan simulasi untuk menguji keterampilan yang telah dikembangkan melalui pelatihan sebelumnya. Hal ini merupakan persiapan bagi komponen Papua Nugini dalam Latihan Wantok Warrior yang dijadwalkan pada bulan Oktober. Tujuannya adalah untuk lebih mengembangkan kemampuan infanteri bermotor PNGDF.
Komandan Batalyon ke-1, Letnan Kolonel Eddie Jarope, menyatakan bahwa pelatihan tersebut menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam membangun kemampuan baru di dalam angkatan bersenjata.
Integrasi Kendaraan Lapis Baja Tambahan
Mayor Ben Sheppard, komandan tim ADF yang turut serta dalam pelatihan, menggambarkan kegiatan tersebut sebagai bukti dari kemitraan yang erat antara PNGDF dan ADF. Integrasi kendaraan lapis baja tambahan dalam latihan ini menunjukkan perkembangan menuju penggunaan operasional yang lebih efektif dan mencerminkan hubungan strategis antara Papua Nugini dan Australia.
Pelatihan bersama ini menegaskan komitmen akan aliansi pertahanan PNG-Australia yang kuat serta upaya untuk mendukung PNGDF yang profesional dan modern. Hal ini juga menunjukkan bahwa kedua negara terus berupaya untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan keamanan di kawasan Pasifik.

