Friday, July 17, 2026
HomeTEKNOLOGIPilih Kripto atau Saham? Tips dari Para Praktisi

Pilih Kripto atau Saham? Tips dari Para Praktisi

Anak Muda Dialing Investasi: Kripto vs Saham

Generasi muda harus segera terjun ke dalam investasi sejak dini, berdasarkan nasihat dari praktisi pasar modal. Dikatakan bahwa waktu adalah aset yang tak bisa dikembalikan. Namun, pertanyaannya bukan lagi “kripto atau saham” tetapi harus disesuaikan dengan karakter masing-masing.

Kripto: Aset Favorit Generasi Muda

Kripto merupakan pilihan unggulan bagi generasi muda. Sebuah survei mencatat bahwa 60% investor kripto berusia 18-34 tahun, terutama karena adanya transaksi 24 jam sepekan penuh dan modal yang masuk minimal hanya sebesar Rp11 ribu.

Andy Putra, Presiden Direktur Pintu, memberikan contoh bahwa pada tahun 2010, harga Bitcoin hanya sekitar Rp73 namun saat ini nilainya mencapai Rp1,1 miliar per koin. Andy menekankan bahwa orang-orang yang masih memegang Bitcoin sejak 2010 pasti mendapatkan keuntungan besar. Selain itu, transaksi kripto sudah diregulasi oleh OJK sejak 2025, bebas PPN saat pembelian, dan dikenai PPN final saat penjualan. Volume transaksi kripto nasional pada tahun lalu mencapai Rp480 triliun dengan adanya tren baru seperti tokenisasi properti.

Saham: Kepemilikan Bisnis dengan Rekam Jejak Nyata

Vier Abdul Jamal, Komisaris PT Aldicitra Sekuritas dan juga asesor profesional pasar modal, menekankan pentingnya saham bagi anak muda. Dia memberikan contoh bahwa saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) saat IPO pada tahun 2000 dengan harga Rp1.400, kini setelah beberapa kali stock split, capital gain-nya sudah mencapai 3.989%. Berbeda dengan kripto, saham memberikan kepemilikan bisnis nyata dengan risiko yang transparan. Investasi saham di Indonesia cenderung lebih bersifat jangka pendek, namun di luar negeri, investasi saham biasanya fokus pada pemikiran jangka panjang.

Inflasi: Tantangan Bagi Menabung

B. Hari Mantoro, asesor profesional pasar modal, mengingatkan bahwa dana kas yang hanya disimpan akan tergerus oleh inflasi. Sebagai contoh, harga Toyota Kijang Super Chassis pada tahun 1991 sekitar Rp24,5 juta, namun 34 tahun kemudian, harga tipe penerusnya, Innova Zenix, sudah mencapai Rp438 juta, naik 17,8 kali lipat. Hal ini memperkuat ide bahwa generasi muda harus beralih dari budaya menabung ke budaya berinvestasi dengan rentang waktu yang tepat.

Menangkap Diskusi Peluang Investasi di Jakarta, Rabu (6/7/2026), para ahli dan praktisi pasar modal sepakat bahwa kripto dan saham sama-sama menghadirkan peluang yang menarik bagi para investor muda.

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer