Ribuan Warga di Tolikara Ikuti Pemutaran Dokumenter Pig Feast
Ratusan warga di Kabupaten Tolikara, Papua Highlands, termasuk para sesepuh, pemuda, dan anak-anak, berkumpul di Lapangan Udara Karubaga pada hari Rabu untuk menonton dokumenter Pig Feast: Colonialism in Our Time dan berpartisipasi dalam diskusi publik setelah pemutaran.
Dokumenter yang Menyoroti Masalah Sosial
Dokumenter yang disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale tersebut diputar oleh Forum Peduli Generasi Tolikara. Film ini menjelajahi berbagai topik, termasuk ketidakadilan sosial, penyitaan tanah adat, dan akses terbatas terhadap informasi di Papua. Meskipun sering dianggap sebagai karya yang sensitif, pemutaran publik berjalan dengan damai, tertib, dan antusiasme masyarakat yang tinggi.
Pesan Penting untuk Masyarakat Papua
Acara tersebut juga memberikan kesempatan bagi intelektual muda Papua untuk berbagi pandangan kritis dan akademis terkait masa depan daerah mereka. Ketua panitia acara, Jefry Yesaya Wandik, menjelaskan bahwa pemutaran tersebut dimaksudkan sebagai kesempatan edukatif bagi warga Papua dan non-Papua yang tinggal di Tolikara, terutama di Karubaga.
“Kami ingin agar orang belajar melalui dokumenter ini. Pig Feast, yang diproduksi oleh Dandhy, Cypri, dan kolega mereka, menyampaikan pesan penting tentang perlindungan lingkungan dan perhatian terhadap kehidupan masyarakat Papua dalam menghadapi tantangan saat ini,” ujar Wandik.
Tanggapan dan Harapan untuk Generasi Muda
Meskipun ada tanggapan spontan dari beberapa anggota audiens yang menunjukkan kekecewaan terhadap negara yang dianggap belum sepenuhnya memenuhi tanggung jawabnya untuk melindungi Papua dan tanahnya, Wandik menegaskan bahwa acara tersebut tidak dimaksudkan untuk memprovokasi atau merusak persatuan nasional.
“Sebaliknya, ini adalah ruang edukatif bersama. Banyak orang dari Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan wilayah lain bergabung dalam menonton film ini. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi Papua adalah masalah kemanusiaan yang bisa dipahami oleh seluruh warga Indonesia,” katanya.
Ketua Organisasi Pemuda Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Toli, Vigor Vigran Yikwa, menyampaikan rasa terima kasih atas kesuksesan acara tersebut. Menurutnya, dokumenter tersebut telah meningkatkan kesadaran tentang realitas yang dihadapi oleh Papua saat ini.
“Sebelum menonton film ini, banyak dari kami menganggap situasi di Papua relatif normal. Tetapi setelah melihatnya, kami—baik generasi muda, orangtua, maupun anak-anak—menjadi lebih sadar bahwa Papua menghadapi banyak tantangan serius,” ujar Yikwa.
Ia berharap bahwa dokumenter ini akan mendorong generasi muda untuk terus melindungi Papua, yang ia deskripsikan sebagai “ibu” bagi masyarakat adat Papua. “Kami berterima kasih kepada Dandhy, Cypri, dan semua yang terlibat dalam produksi dokumenter ini. Semoga Tuhan memberkati mereka,” ujarnya.
(Sumber: Link Sumber)

