Pesta Babi Resmi Tayang dari Tanah Papua, Musim Nobar Berlanjut
Setelah sukses diputar di lebih dari 1.800 titik nonton bareng (nobar), film dokumenter “Pesta Babi-Kolonialisme di zaman kita” akhirnya resmi tayang di kanal Youtube JubiTV pada Jumat (22/5/2026). Peluncuran dan nobar di aula Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena, Kota Jayapura, Papua, dihadiri oleh Vincen Kwipalo, narasumber utama film ini.
Pendekatan Berbeda dalam Pengungkapan Krisis Kemanusiaan
Film ini, garapan Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale, merekam dengan jelas permasalahan perampasan tanah, eksploitasi alam, dan operasi militer Indonesia di Tanah Papua sepanjang enam dekade terakhir. Tidak hanya sekadar mengungkap, tetapi film ini berhasil menghadirkan perspektif yang mendalam dan mengangkat suara Masyarakat Adat Papua yang selama ini seringkali terpinggirkan.
Suara Masyarakat Adat Papua Semakin Berteriak
Masyarakat adat suku-suku di selatan Papua, seperti Malind, Yei, Awyu, dan Muyu, tidak tinggal diam menghadapi ketidakadilan yang mereka alami. Mereka bertransformasi menjadi pejuang yang mengorganisasi diri, membangun jaringan solidaritas, dan bahkan melakukan perlawanan secara terbuka. Meskipun menghadapi berbagai rintangan, termasuk intimidasi dan persekusi, semangat perlawanan mereka semakin menguat.
Film “Pesta Babi” telah menciptakan gelombang solidaritas dan kesadaran yang semakin membesar. Nobar dan diskusi seputar film ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan bersama dalam mempertahankan hak-hak Masyarakat Adat Papua.
Dengan begitu, film “Pesta Babi” tidak hanya menjadi sekadar tontonan, melainkan juga panggilan untuk bergerak, bersatu, dan bersama-sama mengakhiri ketidakadilan yang sudah terlalu lama terjadi di Tanah Papua. Semoga keberanian dan semangat perlawanan dari film ini terus membara dan menginspirasi perubahan yang lebih baik di masa depan.

