Saturday, August 15, 2026
HomeHEADLINEPerubahan Iklim dan Ancaman terhadap Stok Tuna Pasifik

Perubahan Iklim dan Ancaman terhadap Stok Tuna Pasifik

Perubahan Iklim Membuat Distribusi Tuna Pasifik Terganggu

Jayapura, Jubi – Pertemuan antara para pihak di Kantor Perjanjian Nauru dan Otoritas Perikanan Nasional PNG, di Port Moresby, membahas dampak perubahan iklim terhadap distribusi tuna, tingkat tangkapan, dan pendapatan perikanan di wilayah Pasifik Barat dan Tengah. Kepala Eksekutif PNA, Dr. Saangalofa Clark, dan Justin Ilakini, Direktur Pelaksana NFA Papua Nugini, menggarisbawahi pentingnya pengelolaan perikanan tuna yang berkelanjutan dalam kemitraan jangka panjang antara kedua negara.

Pentingnya Pengelolaan Adaptif Berbasis Sains

Perubahan kondisi laut akibat perubahan iklim menimbulkan tantangan bagi negara-negara Kepulauan Pasifik dalam menjaga keberlanjutan sumber daya tuna. Dialog, inovasi, dan kolaborasi dianggap kunci untuk menjawab perubahan dalam lanskap perikanan yang terus berkembang. Selain itu, perlu juga upaya pengelolaan adaptif berbasis sains untuk memastikan keberlanjutan sumber daya tuna dalam jangka panjang.

Pertemuan tersebut turut membahas berbagai aspek terkait dengan pengaturan pengelolaan perikanan, peluang investasi, dan evolusi Skema Hari Kapal di wilayah tersebut. Kedua pemimpin sepakat bahwa fondasi yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir harus terus ditingkatkan di bawah kepemimpinan mendatang.

Tuna Pasifik Mewakili Sebagian Besar Tangkapan Dunia

Tuna Pasifik menjadi perhatian utama karena mewakili 54% dari total tangkapan tuna dunia, dengan jumlah sekitar 5 juta metrik ton yang berasal dari Samudra Pasifik Barat dan Tengah. Meskipun begitu, stok tuna Pasifik – seperti skipjack, yellowfin, bigeye, dan albacore Pasifik Selatan – tetap termasuk yang paling sehat di dunia.

Keberadaan stok tuna yang sehat di Pasifik memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi global. Diperkirakan perikanan tuna di Samudra Pasifik menghasilkan lebih dari 26 miliar dolar AS per tahun, dengan kontribusi sekitar 54% dari tangkapan tuna dunia. Di antara negara-negara anggota, PNG merupakan salah satu kekuatan global dalam produksi tuna, menyumbang sekitar 10% hingga 14% dari total tangkapan dunia.

Meskipun demikian, tantangan perubahan iklim tetap menjadi fokus utama dalam menjaga keberlanjutan perikanan tuna di wilayah Pasifik. Kolaborasi dan inovasi dianggap sebagai kunci penting dalam menghadapi perubahan yang terus berkembang.

Sumber: Jubi

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer