Saturday, August 15, 2026
HomePOLITIKPerjalanan John NR Gobai: Adat ke Dunia Politik Kursi Otsus

Perjalanan John NR Gobai: Adat ke Dunia Politik Kursi Otsus

Perjalanan John NR Gobai menuju kursi politik tidak lahir dari panggung kekuasaan, melainkan dari kerja panjang di tengah masyarakat adat. Setelah menempuh pendidikan di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah, John Nasion Robby Gobai lebih dulu menghabiskan belasan tahun untuk mengabdi kepada komunitas adat sebelum akhirnya masuk ke arena politik melalui jalur Otonomi Khusus (Otsus). Jalur itu membawanya ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), meski proses pelantikannya sempat menghadapi hambatan.

Dari Nilai Suku Mee ke Ruang Adat

Dalam wawancara dengan Suara Papua, John mengisahkan bahwa nilai hidup orang Mee yang diwariskan oleh orang tuanya menjadi fondasi utama dalam perjalanan hidupnya. Sebelum dikenal sebagai politisi, ia lebih dulu aktif sebagai Ketua Dewan Adat Paniai selama sepuluh tahun. Di posisi itu, John banyak terlibat dalam upaya membela hak-hak masyarakat adat, termasuk memperjuangkan wilayah pertambangan rakyat di Paniai.

Pengalaman berhadapan dengan berbagai persoalan di daerah, mulai dari konflik tambang hingga perkebunan kelapa sawit, membuatnya semakin dekat dengan isu-isu yang langsung menyentuh kehidupan warga. Dari situlah jalan menuju politik mulai terbuka.

Masuk Politik pada 2014

John mulai masuk ke dunia politik pada pertengahan 2014. Ia bergabung dengan tim yang memperjuangkan kursi Otsus di DPRP dan kemudian berhasil terpilih sebagai anggota DPR Papua. Dukungan datang dari banyak pihak, termasuk istri, Dewan Adat Papua, sejumlah LSM, aktivis, serta rekan-rekan wartawan yang ikut mengawal langkahnya.

Di parlemen, John tidak sekadar hadir sebagai wakil formal. Ia mendorong berbagai inisiatif legislasi yang diarahkan untuk kepentingan masyarakat, terutama warga adat dan daerah Papua Tengah. Jejaknya di lembaga politik menunjukkan bahwa pengalaman lapangan di dunia adat menjadi modal penting dalam menyusun sikap dan kebijakan.

Dukungan Politik dan Jejak Pengabdian

Dalam perjalanannya, John juga menyebut peran dukungan dari Lukas Enembe dan Klemen Tinal yang memberi ruang baginya untuk melangkah lebih jauh di politik. Dari titik itu, ia terus merawat komitmen awalnya: menggunakan pengalaman, jaringan, dan pengabdian panjangnya untuk mendorong perubahan yang lebih nyata bagi masyarakat adat di Papua.

Perjalanan John Gobai memperlihatkan bahwa politik baginya bukan panggung yang datang tiba-tiba, melainkan kelanjutan dari kerja sosial yang sudah lama ia jalani. Dari ruang adat ke kursi DPRP, ia membawa satu bekal yang sama: keberpihakan pada masyarakat yang selama ini ia dampingi.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Berita Populer