Penyebab Ranjau Oppo Tutup OnePlus
Nasib OnePlus kini berada di ujung tanduk setelah rangkaian sinyal pelemahan bisnis muncul hampir serentak di sejumlah pasar utama. Dari India, China, Eropa, hingga Amerika Serikat, perusahaan ini disebut tengah memangkas aktivitasnya, memunculkan spekulasi bahwa langkah tersebut bukan sekadar penyesuaian biasa, melainkan awal dari penutupan yang lebih besar.
Operasional OnePlus Mulai Mengecil di Banyak Negara
Sejumlah laporan internasional menyebutkan bahwa Oppo, sebagai perusahaan induk OnePlus, menjadi faktor yang mendorong arah kebijakan tersebut. Di India, toko fisik OnePlus dilaporkan mulai ditutup. Sementara itu, di Eropa dan Amerika Serikat, tim operasional perusahaan disebut mengalami pengurangan. Rangkaian langkah ini memperkuat kesan bahwa OnePlus sedang kehilangan ruang gerak di pasar yang sebelumnya menjadi andalan.
Produk Baru Ikut Dibatalkan
Gejala lain yang tak kalah mencolok adalah pembatalan sejumlah perangkat baru, termasuk OnePlus Open 2 dan OnePlus 15s. Dalam industri teknologi, pembatalan produk biasanya menjadi sinyal serius karena menunjukkan perusahaan menahan ekspansi, bukan sekadar menunda peluncuran. Kondisi ini membuat masa depan lini produk OnePlus semakin dipertanyakan, terutama di tengah persaingan yang kian ketat.
Tekanan Penjualan Meningkat
Di saat operasional menyusut, penjualan OnePlus juga diperkirakan turun sekitar 20% pada 2024. Penurunan pangsa pasar di India dan China disebut menjadi tekanan terbesar bagi Oppo sebagai induk perusahaan. Dua pasar tersebut selama ini punya peran penting dalam menopang bisnis perangkat pintar, sehingga pelemahan di sana otomatis memberi dampak berantai pada OnePlus.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

