Di pusat perbelanjaan di Beijing, China, pasar telepon seluler pintar mengalami kontraksi tajam sebesar 23 persen secara tahunan pada Januari 2026. Meskipun begitu, Apple berhasil mencatat pertumbuhan sendiri di tengah kelesuan merek-merek lokal. Data terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa pasar ponsel terbesar di dunia mengalami anomali besar. Penurunan tajam terjadi akibat penjualan yang sangat tinggi pada Januari 2025 serta pergeseran waktu promosi Tahun Baru Imlek. Pasar saat ini sedang mengalami normalisasi setelah periode subsidi besar-besaran tahun lalu dan sentimen konsumen yang cenderung tertahan. Dalam kondisi sulit tersebut, Apple mampu menjadi satu-satunya merek utama yang dapat melawan arus.

