Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk meningkatkan indeks demokrasi Indonesia di wilayah tersebut. Komitmen ini mencakup aspek kebebasan, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi. Hal ini disampaikan oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, dalam pembukaan Forum Grup Diskusi (FGD) Penghitungan Indeks Demokrasi Indonesia Provinsi Papua Tengah tahun 2026. Victor Fun menjelaskan bahwa indeks demokrasi tidak hanya sekadar angka statistik, melainkan indikator kualitas demokrasi yang mengatur perkembangan dalam tiga aspek utama.
Menurut Victor Fun, data dan fakta yang dikumpulkan dalam FGD akan menjadi dasar dalam menyusun skor Provinsi Papua Tengah. Skor ini bukan hanya sebagai angka, tetapi akan digunakan untuk evaluasi dan merumuskan kebijakan pemerintah daerah lebih partisipatif, transparan, dan edukatif. Demokrasi di Papua Tengah harus diarahkan pada demokrasi substantif yang hadir dalam kehidupan sehari-hari, memastikan kebebasan berpendapat, kesetaraan bagi semua warga masyarakat, dan didukung oleh lembaga yang kapabel dan berintegritas.
Victor Fun menekankan pentingnya peran semua pihak, mulai dari eksekutif, legislatif, partai politik, akademis, media massa, organisasi masyarakat, hingga aparat keamanan, dalam menjaga dan merawat demokrasi di Papua Tengah. Melalui diskusi yang mendalam dan partisipatif, diharapkan skor FGD bisa mencerminkan kondisi nyata demokrasi di provinsi ini. Semakin tinggi skor demokrasi, semakin baik pula kondisi demokrasi dan dampak positif pada masyarakat dan kemajuan daerah akan terwujud.

