Telegram telah mengambil langkah tegas dengan memblokir hampir 190.000 akun berbahaya, grup, dan saluran pada platformnya. Langkah ini merupakan upaya untuk mengatasi konten berbahaya dan terhubung dengan aktivitas radikalisme. Sejak 1 Februari, total 2,04 juta grup dan saluran telah diblokir oleh Telegram, termasuk 7.116 di antaranya yang terkait dengan terorisme. Dari Januari 2026, hampir 7,5 juta grup dan saluran telah diblokir, dengan 27.382 saluran terkait dengan aktivitas terorisme.
Proses moderasi Telegram melibatkan keluhan pengguna serta pemantauan proaktif dengan menggunakan pembelajaran mesin. Pada awal tahun 2024, Telegram meningkatkan alat moderasinya dengan dukungan dari kecerdasan buatan (AI). Aplikasi perpesanan Telegram, yang dibuat oleh Pavel Durov pada tahun 2013, telah menjadi salah satu aplikasi perpesanan paling populer dengan jumlah pengguna aktif bulanan melebihi satu miliar. Tindakan keras ini menunjukkan komitmen Telegram dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna dari konten berbahaya dan terkait dengan aktivitas radikalisme.

