Di wilayah Timur Indonesia, terutama di Tanah Papua, laut sangat luas namun minim peminat dan peneliti. Menurut Direktur The Indonesia Locally Managed Marine Area (ILMMA), Clift Marlessi, banyak peneliti dan aktivis lebih berfokus pada daratan dan hutan. Potensi laut di Tanah Papua sejak dulu telah dijaga dengan bijaksana melalui praktik sasi atau sasisen untuk menjaga keberlangsungan sumber makanan, terutama ikan, bukan hanya untuk tujuan konservasi tetapi juga keamanan pangan.
Peneliti BRIN, Dedi Supriadi Adburi, juga menyatakan bahwa lingkungan laut di Tanah Papua dan Maluku masih terjaga dengan baik berkat praktik sasi dan kearifan lokal yang terus dilakukan. Diharapkan agar kebijakan yang baik dan konsisten tetap diterapkan untuk menjaga keberlangsungan lingkungan laut di masa depan.
Di Indonesia, terdapat sekitar 1.200 titik di wilayah Timur yang melaksanakan praktik kearifan lokal dalam kebijakan kelautan. Meskipun banyak hutan mangrove, Indonesia merupakan negara dengan tingkat deforestasi hutan mangrove tertinggi, menyebabkan tingginya tingkat kemiskinan di kalangan warga pesisir. Maka dari itu, perlindungan lingkungan laut perlu diutamakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

