Pasar Pharaa dan Pasar Lama Sentani adalah dua pasar utama di Sentani yang menjadi pusat pertukaran ekonomi bagi penduduknya. Pasar Lama Sentani, dahulu dikenal sebagai Pasar Sentral Sentani, lebih tua daripada Pasar Pharaa. Pasar Pharaa merupakan pasar konvensional yang terdiri dari lima bangunan besar dengan puluhan los dan kios, sedangkan Pasar Lama Sentani mirip dengan kompleks pemukiman dengan berbagai toko, kios, dan warung makan yang berjejer di pinggiran jalan utama.
Aktivitas jual-beli di Pasar Lama Sentani terutama terjadi pada sore hingga malam hari, sementara di Pasar Pharaa berlangsung sejak pagi hingga siang. Banyak pedagang ikan dari Danau Sentani lebih memilih berjualan di Pasar Lama karena lebih dekat dengan wilayah permukiman dan memiliki lebih banyak pembeli, meskipun harus menghadapi tantangan biaya transportasi yang meningkat.
Pasar Lama Sentani dipilih oleh para pedagang dan pembeli karena kesibukan yang terus berlanjut dan keuntungan yang menjanjikan. Namun, tempat berjualan di Pasar Lama tidak nyaman dan kurang aman. Terlepas dari itu, mimpi para pedagang seperti Deli adalah memiliki pasar ikan air tawar yang lebih layak dengan fasilitas modern seperti coolbox dan tempat asar yang dapat mendukung aktivitas perdagangan.
Pemerintah Kabupaten Jayapura merencanakan untuk menata ulang Pasar Lama Sentani pada awal 2026. Meskipun pedagang ikan cenderung memilih bertransaksi di Pasar Lama daripada Pasar Pharaa, ada keluhan mengenai kurangnya fasilitas di Pasar Lama. Koordinasi lintas sektor diharapkan dapat membantu dalam penataan dan peningkatan pasar-pasar tersebut. Pasar Lama Sentani tetap hidup dan memberikan penghidupan bagi banyak pedagang dan masyarakat setempat.

