OpenAI dan NVIDIA Resmi Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
MENLO PARK – Kabar baik datang dari dunia kecerdasan buatan (AI). Teknologi watermark terbaru dari Google, SynthID, kini akan diadopsi oleh perusahaan teknologi ternama seperti OpenAI, Kakao, ElevenLabs, dan NVIDIA untuk memberikan tanda pada konten yang dihasilkan oleh AI.
SynthID Memasuki Pangsa Pasar yang Lebih Luas
SynthID, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2023, akan memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung sistem AI Google, termasuk Gemini, dalam mendeteksi konten gambar, video, dan audio generatif yang berasal dari AI. Pengguna dapat mengakses fitur deteksi ini melalui aplikasi Gemini, fungsi Circle to Search, dan integrasi dengan browser web Google Chrome.
Selain memperluas penggunaan SynthID, Google juga mengumumkan dukungan untuk standar verifikasi konten C2PA. Standar ini akan membantu dalam mengidentifikasi apakah suatu konten digital asli atau telah dimodifikasi. Fungsi peninjauan C2PA telah diluncurkan di aplikasi Gemini hari ini dan rencananya akan segera diperluas ke Google Penelusuran dan Chrome dalam beberapa bulan ke depan.
Perangkat Keras Mendukung Standar C2PA
Seri ponsel pintar terbaru dari Google, Pixel 10, akan menjadi salah satu perangkat pertama yang secara native mendukung standar C2PA. Google juga berencana untuk segera memperbarui perangkat Pixel 8 dan Pixel 9 agar dapat secara otomatis menyertakan informasi metadata C2PA dalam konten video yang direkam.
Dengan adopsi teknologi watermark AI Google, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka dalam memastikan keaslian konten digital yang dihasilkan oleh sistem AI. Hal ini juga menjadi langkah proaktif dalam mencegah penyebaran konten yang tidak otentik dan termodifikasi tanpa sepengetahuan pengguna.

