Selat Hormuz adalah jalur strategis yang penting terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman, dengan batas utara Iran dan selatan Uni Emirat Arab serta Provinsi Musandam yang berbatasan dengan Oman. Dengan panjang 167 km dan titik tersembunyi 39 km, Selat Hormuz menawarkan medan sempit dan dangkal yang membuatnya sulit bagi kapal perang untuk beroperasi. Hal ini memungkinkan Iran untuk menggunakan taktik perang asimetris dengan senjata kecil yang sulit dihancurkan. Faktor geografis seperti arus laut, medan pesisir yang terjal, dan pulau-pulau di sekitarnya semuanya mendukung Iran untuk secara efektif mengontrol akses ke Selat Hormuz.
Saat ini, ratusan kapal tanker minyak terjebak di kedua sisi Selat Hormuz, menghadapi risiko besar dalam melintasi jalur tersebut. Selain itu, sulitnya membersihkan Selat Hormuz dengan kekuatan militer disebabkan oleh tata letak yang tidak menguntungkan untuk pertempuran jarak dekat. Iran dapat memanfaatkan medan sempit Selat Hormuz untuk mempersulit kapal-kapal lawan untuk keluar dari daerah tersebut.
Dengan semua faktor ini, Selat Hormuz memang sulit untuk diterobos dan sulit untuk keluar dari area tersebut. Selain itu, keberadaan ranjau laut juga menjadi ancaman yang harus diwaspadai. Hal ini membuat Selat Hormuz menjadi tempat yang menantang untuk beroperasi bagi kapal perang dan kapal pengangkut. Dengan demikian, kontrol atas Selat Hormuz terus menjadi perhatian geopolitik yang penting bagi banyak negara.

