Ancaman siber melalui surat elektronik semakin meningkat seiring dengan banyaknya spam yang mengandung risiko keamanan serius. Menurut data terbaru dari Kaspersky, hampir separuh dari lalu lintas surel global pada 2025 dikategorikan sebagai spam. Angka ini tidak hanya mencerminkan jumlah pesan sampah, tetapi juga sebagai media bagi ancaman yang lebih berbahaya seperti penipuan, phishing, dan malware.
Di tahun yang sama, diperkirakan individu maupun pengguna korporat harus menghadapi lebih dari 144 juta lampiran surel berbahaya, menunjukkan lonjakan sebesar 15% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun sistem keamanan terus ditingkatkan, pelaku kejahatan siber tetap berhasil menemukan celah melalui volume serangan yang masif dan konten yang semakin persuasif.
Secara geografis, wilayah Asia Pasifik menjadi yang paling rentan dengan deteksi antivirus surel terbesar, mencapai 30%. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Asia Pasifik berada di garis depan dalam menghadapi ancaman siber melalui surat elektronik. Dengan kondisi semakin kompleks di ranah keamanan digital, perlindungan terhadap surel dan kesadaran pengguna menjadi semakin penting untuk melindungi diri dari serangan yang merusak.

